Plak. "Daddy!!" Teriak Vior namun terlambat karena Letta sudah lebih dulu menerima tamparan itu. Tamparan yang membuat otaknya berdenyut nyeri seketika namun, Letta tetap bertahan untuk menerima segala konsekuensi yang disebabkan olehnya. Tamparan keras dari Daddy membuat Letta terpaku dan memegang bibirnya yang tersobek dengan darah merembes keluar di sela-sela sudut bibirnya. Begitu kerasnya hingga Letta hampir tersungkur ke belakang. Kemarahan, kekecewaan, serta kesedihan di mata kedua orang tuanya membuat Letta merasa menyesal. Hatinya seketika hancur menatap Daddynya yang kini menatapnya nanar begitupun dengan Mommynya yang sudah terisak-isak. "Apa yang kurang daripada kasih sayangku padamu, hah?!" Levin bertanya dengan nafas tersengal. "Apa, Charletta?! Keinginan mana

