BAB 18

1246 Kata

Pintu ruangan milik yang dikhususkan untuk beberapa dokter junior itu terbuka lebar dan setengah terbanting membuat beberapa orang disana tersentak kaget termasuk dokter Ben, Cessa dan juga Freddie. Cessa dan Freddie saling bertatapan satu sama lain saat melihat dokter Azel masuk dengan wajah menahan amarah. Matilah kita.. Cessa bergumam dalam hati sambil melirik Freddie yang sudah pucat.   Seolah mengetahui pikiran Cessa, Freddie mengangguk dan bergumam dalam hati. Aura kali ini bukan hanya hitam tapi sudah bercampur ungu. Bagaimana cara kita menghindarinya?   Cessa menggeleng pelan tidak tahu membuat Freddie kembali bergumam dalam hati sambil menatap mata Cessa dengan wajah takutnya. Apa kau tahu cara meredakan amarah seseorang?   Cessa kembali menggeleng kemudian menatap Fred

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN