"Tempat rahasia?" Lean mengalihkan pandanganya kedepan, memandang kosong ke sebuah tirai berbentuk kubah yang menjulang melingkar. Cahaya biru terlihat memancar dari sana, cahaya indah yang menyinari ruangan ini, bahkan sinarnya tersirat di tempat pertama kali kami datang. Lelaki ini melangkahkan kakinya mendekati kubah indah tersebut, sepertinya ia belum berniat menjawab pertanyaanku tadi, ia masih diam, membuat kakiku mengikutinya melangkah mendekati kubah tersebut. "Kau mau mendengar sebuah cerita?" Ucapnya tanpa menoleh padaku. Aku mengangguk, lalu mengambil tempat di sebelahnya yang kini duduk dengan lutut tertekuk, kami bersandar pada tepi kolam, pandanganku tak sedikit pun teralih dari dirinya untuk lekas meminta penjelasan. "Jelaskan Lean" Ia berdeham, lalu menghela nafasnya

