Kakiku menyamai langkahnya yang bergerak semakin jauh, Beberapa prajurit tampak berjaga di sekitar sini, lengkap dengan beberapa pedang dan tameng yang biasa mereka pakai. Aku terdiam, mataku menatap nanar kesemua tempat, api memang sudah padam, namun ini membuat kepulan asap yang menjalar hingga keatas langit. Radja Morven tampak berbincang serius dengan Lean, pandangan mata mereka menyiratkan keseriusan dan kekhawatiran yang tersirat. Entah apa itu, namun aku yakin mereka membicarakan tentang pembakaran hutan terlarang, jelas sekali dari mata Lean yang sesekali menoleh ke beberapa pohon yang hangus dengan kepulan asap disekitarnya. Mataku menyipit, mencoba memperjelas sebuah benda yang terdapat digenggaman Radja Morven, sebuah kertas usang, warnanya sudah berubah sedikit kuning kecokl

