Pandangan mataku menatap lurus langit senja Land kingdom yang nampak bias terpantul sinar matahari di sisi barat, hamparan penduduk Land kingdom tak melenyapkan rasa resah yang melanda hatiku saat ini. Bahkan aku melupakan fakta bahwa aku akan bertemu Mike sebentar lagi. Harusnya aku bahagia bukan? Namun aku tak mengerti dengan diriku, ada rasa resah yang tak dapat kujabarkan. Berkali kali aku mencoba untuk meyakinkan prinsip yang kupegang teguh sebelumnya. Bukankah ini yang kuinginkan? Berakhirnya perang dan terciptanya suatu perdamaian? Tak ada lagi rasa sakit, tak ada lagi air mata dan pengorbanan. Namun ketika rasa sakit itu pergi, aku seakan menerima rasa sakit baru yang tak bisa kucegah. Rasa sakit yang tak hanya melukai tubuhku, namun hatiku. Dan aku bersumpah ini lebih memuakkan

