Epilog

929 Kata

Berkali kali aku mendoktrin fikiranku untuk mencoba terlihat baik disaat semua yang kualami terasa menyakitkan. Dewi batinku menghilang dalam fikiranku, terendam oleh air mata yang menenggelamkan tubuhnya sendiri. Tanganku berkali kali menyentuh sebuah kalung yang melingkar di leherku, mengusap permukaan kalung itu dengan berharap semua yang kurasakan saat ini akan menjadi lebih baik. Kini, aku kembali merasakan-- seperti apa rasanya berpisah dari orang yang kusayang. Terpisahkan oleh jarak dan keadaan. Rasanya menyakitkan, seakan aku ingin menyentuhnya-- namun aku tahu itu tak mungkin terjadi. Aku harus menahan rasa rindu dan semua risau yang bergemuruh di hatiku. Aku tahu-- waktu tak akan dapat mengubah apapun, tak dapat mengubah semua yang kurasakan padanya. Rasa itu masih sama, dan a

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN