Aku memacu kudaku dengan cepat, menembus dedaunan dan rerumputan yang sedikit menghalangi laju kami, sesekali kepalaku harus menunduk saat ranting kecil pepohonan hampir mengenai tubuhku, kuda putih ini sangat mudah dikendalikan, ia seakan menurut saat aku menggerakkan tali pengait yang melingkar di lehernya. Pikiranku kalut akan berbagai hal yang berkecamuk dalam diriku, Ratu Morven. Apa yang akan terjadi dengannya? Dan apa aku bisa melakukan semua ini sendiri? Seorang gadis bertubuh kecil yang harus berhadapan dengan sesosok Dewa dengan tubuh dua kali lipat dari diriku. Kepalaku menggeleng dengan kasar. Tidak, ini semua terjadi karena sebuah alasan. Apapun yang akan kuhadapi nanti adalah sebuah takdir yang tuhan berikan. Aku harus mengakhiri semua ini, mengakhiri kekacauan yang terja

