Tanganku mencoba mengait sebuah tali yang tersemat di sisi gaun yang kukenakan, merangkapnya dengan sebuah jubah hijau tebal yang memiliki tudung penutup. sesekali aku melirik ke arah Ratu Morven. Wanita itu tampak sibuk merapikan gaunnya sendiri. Helaan nafasku berhembus pelan, hari ini aku akan menemui Alexa. Menemui seseorang yang selalu berusaha membunuhku. Ini memang terdengar gila, aku seakan seseorang gadis pemberani yang mencoba mendekati kematiaannya. Walau aku tahu Ratu Morven akan membuntutiku di belakang. Kami akan menemui Alexa, tanpa mengundang perhatian anak buah Alastor. Aku mengusap jemariku perlahan. Memar di balik tubuhku sedikit membaik, belum sepenuhnya sembuh memang. namun setidaknya aku tak merasakan rasa sakit di bagian belakang punggungku seperti kemarin, dan aku

