Pandangan mataku teralih pada buku tebal yang kembali kugenggam, buku ini masih tertutup sempurna di genggaman tanganku. Helaan nafasku meluncur tanpa sebuah permintaan. Bahkan jika aku membaca buku ini sampai habis, aku belum tentu dapat mengalahkan musuh 'misterius' s****n yang belum berniat menunjukkan jati diri mereka sampai saat ini. Tubuhku tergerak untuk bangkit dari tanah, Lean s****n. Sebenarnya apa yang ia lakukan? Aku merasa lebih tua berpuluh puluh menit hanya untuk meminta segelas air darinya. Bahkan aku tak tahu, ia benar benar berniat membawakan pesananku atau tidak. Aku bersumpah tak akan meminta bantuannya jika seperti ini. Kulepas pengait tameng yang melingkar ditubuhku, membiarkannya terjatuh di atas tanah. Lalu berlalu meninggalkan tempat kuberpijak begitu saja, aku b

