Rendi merasa bersalah kepada Reina atas perkataannya kemarin. Hari ini Reina belum masuk sekolah juga karna belum merasa sehat. Rendi sangat cemas akan keadaan Reina di kosan nya. Dia hanya bisa melamun sepanjang pelajaran memikirkan keadaan Reina.
"Ren", Panggil Vino sambil menyenggol siku Rendi.
" Ah apaan sih lu, ngagetin gue aja", jawab Rendi.
"Napa sih lu, patah hati, atau kenapa muka lu udah kayak b***k ayam", Goda Vino sambil tertawa terbahak bahak.
"Sialan lu ngatain gue, gue merasa bersalah ni sama Reina, dia marah sama gue", jelas Rendi.
"Kenapa, apa yang lu lakuin sampai membuat Reina marah ", Tanya Vino lebay.
" Lebay lu curut, gue kemarin nganterin dia pulang ke kos an, trus gue keceplosan ngomong kalo kos an dia tu kecil, gak layak buat ditinggalin lah", jawab Rendi.
"Wah lu parah , itu sih namanya menghina, ya kalik Reina itu anak sultan kayak lu yang punya rumah bak istana kayak hotel bintang 5 ", ucap Vino berlebihan.
"Apa an sih lu bukannya ngasi saran malah ngeledek gue lu", Jawab Rendi sambil mentonyor kepala sahabatnya itu.
Rendi masih memikirkan cara supaya Reina mau maafin dia dan mau berteman lagi dengan dia.
**
Reina mulai berkeliling untuk mencari pekerjaan tapi belum ada yang mau menerima dia untuk kerja part time. Reina harus membagi waktu antara kerja dan sekolah. Walau pun hidupnya sederhana dan lebih ke serba kekurangan dia tetap memprioritaskan pendidikannya. Saat dia berjalan untuk menuju sebuah kafe Reina melihat seorang paruh baya yang sedang berjalan sambil diikuti 2 orang yang mencurigakan. Reina terus memandangi paruh baya tersebut dan tiba tiba 2 pria yang mengikuti paruh baya itu langsung menutup kepala paruh baya itu. Sontak Reina kaget dan dia berusaha menolong paruh baya itu. Dia berlari mengejar mereka dan sampailah mereka di suatu jalan sepi. Paruh baya tersebut dipukuli oleh 2 orang pria yang mengikutinya sedari tadi.
" Woyy..", teriak Reina tanpa takut. Reina sempat mengikuti salah satu perguruan bela diri untuk menjaga dirinya sendiri.
"Wah anak kecil mau ikut campur urusan kita, hajar", ucap salah satu pria mencurigakan tersebut sambil memegangi paruh baya tersebut. Reina melawan dengan sekuat tenaga dan menggunakan ilmu bela diri yang sudah ia pelajari sebelumnya.
"Jago juga ni anak", lanjut pria itu ikut menghajar Reina dan melepaskan paruh baya tersebut. Reina dikeroyok oleh 2 pria misterius itu, sedangkan paruh baya tersebut menelpom anaknya untuk segera datang ke lokasi tersebut. Ditengag perkelahian Reina yang belum begitu sehat pun tiba tiba merasakan pusing dan tidak fokus akhirnya dia pun terkena bogeman dari pria misterus itu. Reina terus dipukuli hingga mobil Rendi datang. Dua pria misterius itu pun pergi meninggalkan Reina dan paruh baya tersebut..