David tergesa-gesa mencari jejak Zilya. Ia tak ingin kehilangan jejak Zilya lagi. Setelah dua hari menghilang. Akhirnya, Zilya ada di sekitarnya. David melajukan mobilnya menuju toko buku, di mana ia sering mendatangi toko buku itu bersama Zilya. Jalanan cukup macet. Sedikit membuat David geram. Karena situasi saat ini sangat genting. "Semoga Zilya belum pergi," kata David sambil melihat ponselnya. Untung saja Zilya memakai jam pemberian David. Yang di mana jam tersebut terdapat alat pelacak, yang memudahkan dirinya untuk mengetahui keberadaan Zilya saat ini. Setelah beberapa menit, akhirnya David sampai di toko buku itu. Pemuda itu langsung keluar mobil, dan akan segera mencari Zilya. Beberapa kali David salah memanggil orang. Karena mengira orang itu adalah Zil

