"Kamu udah siap?" tanya seorang pemuda pada gadis yang tengah bercermin. Gadis itu tersenyum, dan mengangguk. "Ayo, Zil. Kita berangkat," ajak pemuda bernama David. Sementara waktu, Zilya menumpang hidup di apartemen David. Karena bingung, harus ke mana lagi. Tak mungkin jika harus kembali ke rumah Zada. Saat ini dirinya bukan siapa-siapa lagi, dan Zilya cukup tahu diri. Mungkin, untuk beberapa waktu, dirinya akan merepotkan David, tetapi Zilya berjanji, akan berusaha mencari pekerjaan sampingan. Untuk bertahan hidup, agar tidak semakin membebani orang lain terus menerus. Kini dua anak manusia berbeda jenis kelamin itu telah sampai di sekolah. Mereka nampak serasi, Zilya cantik, Davidpun tampan. Tak jarang, dua murid itu menjadi sorotan para murid lain. Karena, dua-duanya ju
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


