ENAM PULUH DUA

2035 Kata

Beberapa hari telah berlalu. Faiz masih di tempat yang sama. Di hotel sendirian tanpa seorang pun teman. Sudah seminggu ia habiskan waktu menyendiri tanpa menemui satupun keluarganya dan kerabat dekatnya. Ia benar-benar mengurung diri hingga ia mendapat surat undangan pengadilan yang akan dilaksanakan pada hari ini. Usahanya untuk menjadi tenang cukup berhasil dibeberapa hari namun setelah mendapat surat pengadilan itu semalam ia kembali pada kerapuhan. Seberusaha apapun ia untuk terlihat tegar, tenang, lebih baik tapi tetap saja ia tampak menyedihkan. Apalagi setelah mendapat surat itu ia kembali kacau lagi. Kembali kepikiran lagi. Kembali sedih lagi. Kembali terpukul lagi. Haruskah ia tidak datang saja?? Faiz bangkit berdiri. Ia sudah berpakaian rapi bagaimana mungkin ia mengurung n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN