Alif kembali tersenyum. "Mai, aku mau tanya satu hal serius sama kamu." "Apa? Tapi jangan soal perceraian aku ya. Aku males bahasnya." Alif mengangguk. "Kalau seadainya ada seseorang yang ingin menjadi bagaian dari kamu, kamu mau terima gak?" Humairah diam berpikir. Ia paham maksud pertanyaan pria itu. "Tidak dalam waktu dekat ini. Tapi dikemudian hari maksudnya. Kamu terima atau gak?" tanya Alif lagi. "Aku kurang tau Lif. Sekarang aku mau fokus dulu pada proses perceraianku dan kehamilanku." "Kamu hamil, Mai?" tanya Alif cukup kaget. Ia sama sekali gak tahu Humairah sudah berbadan dua. Jadi wanita yang di depannya ini sudah mengandung anaknya si Faiz. Kecawa sih mendengarnya tapi sudahlah. Ia bisa menerima wanita itu dengan apa adanya. Lagipula ini akan jadi kesempatan bagus untuk

