Faiz memejamkan matanya. Baru saja memejamkan mata ia teringat dengan ancaman Rahel yang mau mengganggu kehamilan Humairah. Faiz cepat bangkit dan mengambil ponselnya kembali. Ia harus memberitahu Humairah agar Humairah bisa waspada. Ia tidak mau Humairah dan calon bayinya kenapa-napa. Maklum Rahel rada gila jadi harus diwaspadai. Faiz menghubungi Humairah. Namun beberapa kali ia hubungi tapi tidak ada jawaban. "Apa dia sudah tidur?" Lalu tiba-tiba panggilan terhubung dan terdengarlah suara khas Humairah yang lemah lembut. ~Assalamualaikum ~Waalaikumsalam. Maaf Mai, aku ganggu waktu kamu. ~Iya gak papa. ~Aku mau kasih tau hal penting sama kamu. ~Apa? ~Tadi Rahel menemui aku. Dia mengancam akan melakukan sesuatu yang buruk pada kehamilan kamu, jika aku gak menikahi dia. Dia men

