Faiz keluar dari kamar Noah. Ia sudah cukup tenang sekarang setelah lama mengurung diri di kamar mandi. Menangis di sana, menenangkan diri, dan merenungi kehidupannya yang akan terjadi di kedepannya nanti. Faiz melangkahkan kakinya pergi menemui Humairah di kamar mereka. Kamar yang kelak tak bisa disebut mereka lagi. Sampai di sana ia melihat wanita yang untuk saat ini masih berstatus istrinya itu. Wanita itu sudah berhijab rapi dan sepertinya sudah siap untuk berangkat. Faiz mendudukkan dirinya di sofa. "Sudah siap semuanya?" tanyanya. "Sudah, Mas," jawab Humairah yang duduk di pinggir ranjang. "Apa mau berangkat sekarang?" tanya Faiz memastikan. "Terserah Mas, aja." "Kalau terserah aku, aku maunya kamu gak pergi Mai." Humairah terdiam. "Ya sudah, ayo." Faiz berdiri dan meraih

