Faiz menggapai tangan wanita itu. "Kamu benar-benar mau pergi meninggalkan aku? Apa sudah dipikirkan dengan matang?" Humairah menghela nafas panjangnya. Perlahan ia melepaskan tangannya dari sang suami. Faiz meraih kepala sang istri dan menempatkannya di pundaknya. "Jika kamu pergi, bagaimana dengan anak yang kamu kandung, Mai? Kamu mau dia lahir tanpa keluarga yang utuh? Tanpa ayah tepatnya." Humairah terdiam. "Aku hanya tidak mau dia terlahir seperti Noah. Tanpa kasih sayang orang tua yang lengkap. Tanpa kasih sayang seorang ibu. Dia menderita, Mai." Faiz mengingat hal menyedihkan itu. Noah anak pertamanya yang terlahir menyedihkan. Tidak ada ibu dan tidak dapat kasih sayang seorang ibu. Anaknya itu kekurangan kasih sayang dan beberapa waktu yang lalu pun anak itu masih sering dib

