Humirah menuruni anak tangga dengan langkah yang pelan hingga tidak menimbulkan suara. Kini sudah sangat larut malam sehingga ia tidak mau membangunkan orang-orang rumah. Ia sedang mencari keberadaan sang suami yang entah tidur di mana malam ini. Suaminya itu sejak keluar kamarnya waktu tadi sore dan semenjak itu tidak kembali lagi ke kamar. Mungkin suaminya marah dan kecewa padanya. Namun tidak apa. Rasa marah dan kecewa itu normal. Semua manusia juga pernah merasakannya jadi tidak perlu terlalu dicemaskan. Lagipula ia ingin mengembalikan sesuatu pada suaminya itu. Saat kakinya sudah menginjak di anak tangga terakhir ia mendapati suaminya tidur di sofa panjang ruang tengah. Ia menghampiri suaminya itu dan berjongkok di samping suaminya. Ia menggapai tangan suaminya dan menggenggamnya de

