Faiz berjalan ke arah sosok wanita yang sedang duduk di kursi taman. Ia tersenyum saat sudah berdiri di belakang wanita itu. Ia menggapai pundak wanita itu dan wanita itu menoleh melihat ke arahnya. Wanita itu sangat-sangat lah cantik. Wajahnya putih mulus, hidungnya mancung, memiliki kelopak mata yang indah, bibirnya merah muda dan saat wanita itu tersenyum pancaran dari keindahan wajahnya berlipat ganda. Tambah mempesona dan menambah daya tarik tersendiri. Faiz berjalan lebih mendekati wanita itu. Ia duduk di sebelah wanita itu. Lalu membelai pipi wanita itu dan kemudian memeluknya dengan hangat. Ia merindukannya. Pelukan yang ia berikan ini sebagai pelepas kerinduannya. Rasanya sangat lama ia tak berjumpa dengan wanita itu. "Akhirnya aku menemukan kamu." "Aku sangat merindukan kamu,

