"Mas, kamu... hiks..." Hancur. Kata yang tepat mewakili perasaannya. Hatinya sakit seperti teriris belati beracun. Air mata berlinang di wajah. Humairah terkejut melihat gambar itu. Apakah suaminya melakukan hal itu secara sadar? Ataukah wanita licik itu yang telah menjebak suaminya itu. Entahlah. Meskipun perempuan licik itu menjebak suaminya. Tapi tetap saja rasanya sakit melihat pria yang mencintainya sudah berada seranjang dengan wanita itu. “Hiks… kenapa Mas? Kenapa kamu lakukan ini padaku? Hiks…” “Aku selalu berusaha menjadi terbaik untuk kamu. Tapi kenapa kamu menghancurkan semuanya. Kenapa kamu tega sama aku mas…” Pria itu menatap wanita di depannya. Ia berasa iba pada wanita itu. Tidak tega melihat wanita itu, ia pun melepaskan ikatan wanita itu. Ia akan membebaskannya dan mem

