Humairah berdiri. "Aku sudah memutuskan," katanya dengan agak ragu. "Jadi?" Humairah mengulum bibirnya. Menahan dulu kalimat yang ingin ia katakan. Saat sudah siap ia pun berbicara. "Mungkin sebaiknya kita tidak bersama. Mungkin aku memang salah. Harusnya aku tidak menerima kamu. Aku lah, yang salah. Kamu memang benar, tak seharusnya aku bertahan. Aku hanya akan menyakiti diri sendiri saja. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan tetap menyayangi Noah seperti anakku sendiri. Menjadi seorang ibu, tak harus menjadi seorang istri, kan," ujarnya terus terang. Mungkin ini yang terbaik. Buat apa juga ia bertahan jika hatinya terus tersakiti. Faiz diam tertunduk mendengar perkataan Humairah. Perkataan wanita itu membuatnya terdiam tanpa mau buka suara. Selesai Humairah berbicara, ia pun pergi. Ke

