TIGA PULUH SEMBILAN

2541 Kata

Faiz tiba di apartemennya. Saat ia membuka pintu apartemenya itu, kedatangannya disambut dengan Rahel dan Noah. Saat wanita itu menggapai pundaknya. Ia tepis dengan kasar. “Jangan sentuh aku,” tegasnya. “Ayah, mana bunda?” tanya Noah. Faiz berhenti melangkah. Ia berbalik mengahadap putranya itu. Ia menatap tajam anak kecil itu. “Bunda kamu tidak akan pernah kembali lagi,” ucapnya dengan tegas. “Puas kamu!” tambahnya. Ia sudah sangat emosi saat ini. Lagian putranya itu bukannya semenjak kedatangan Rahel seakan lupa dengan sosok bundanya. Lantas kenapa saat Humairah pergi anak itu baru mencarinya. Sangat disayangkan, sudah terlambat. Raut wajah Noah berubah seratus delapan puluh derajat. Ia yang tadinya ceria langsung bersedih. Faiz tidak mengatakan apapun lagi. Ia hanya mengusap pundak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN