Syeril diantar pulang oleh Reza. Kebetulan rumah pemuda itu searah dengan Syeril. Terjadi obrolan kecil di antara mereka. Sepertinya, keakraban mulai terjalin antara Syeril dengan pemuda desa tersebut. "Kamu kok bisa ada di sini, liburan, ya?" tanya Reza penasaran. "Oh, bukan. Panjang ceritanya, Za. Intinya, bokap sama nyokapku gak ngijinin aku buat bersatu sama orang yang aku sayang." "Bokap nyokap itu apa to, Mbak?" tanya Reza. Dia jarang mendengar kata-kata itu disebutkan di desanya. "Kamu itu katrok banget, ya, Za. Bokap nyokap itu artinya Ayah Ibu. Udah, jelas?" "O... bapak ibu, to? Hehehe." Reza menggaruk tengkuknya. Tersirat malu di wajahnya. "Aku sering dengar itu di tivi, Mbak. Itu pun kalo Emak sama Bapak lagi nonton sinetron, dan aku kebetulan lewat pas mereka lagi menikm

