Bab 41 : Pengakuan dan Air Mata

1871 Kata

Sudah seminggu Adel koma, semenjak dia masuk ruang ICU. Gadis itu juga sudah melakukan operasi, tetapi memang kondisinya sedang drop. Jadi, dia masih dalam masa-masa kritis. Dokter mengatakan, pasien seakan-akan tak memiliki gairah untuk hidup kembali. Ini hanya praduga seorang manusia yang bergelar dokter, sedangkan Syeril, Faivi, Dodi, Reval, dan keluarga Adel tetap berharap gadis itu segera pulih. Namun, saat ini Dodi lah yang paling tampak kalut, selain keluarga Adel. Gadis yang ia cintai tengah tak berdaya, hanya alat medis yang menjadi tanda kehidupannya. "Del, bangun, Del. Aku cinta sama kamu. Aku mohon, bangunlah!" Dodi memang sangat mencintai gadis itu. Entah apa jadinya jika Adel meninggalkannya. Syeril, Reval, dan Faivi hanya ikut larut dalam kesedihan Dodi. Reval menyand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN