Bab 45 : Pelukan Hangat

1748 Kata

"Val, gue kangen banget sama lo. Lo kapan pulangnya, sih?" Gadis ini bermonolog. Dia masih meratapi dukanya. Reval tak membalas pesan, dan panggilan Syeril pun diabaikannya. Bagaimana Syeril tak gundah bila seperti ini? Orang yang dia sayang meninggalkannya tanpa mau mengabari sedikit pun. Tak hanya itu, Faivi pun sama sekali tak membalas pesan. Dia memang sedang berduka, tetapi pesan Syeril hanya menanyakan kabar Faivi, tetapi sepertinya sang sahabat tak dapat diganggu. Bahkan, untuk tiga hari ini. Adel? Ah, jangankan membalas pesan di grup WA, membaca pesan Syeril saja tidak. Begitu marah ya gadis itu kepada Syeril, sehingga tak mau sedikit saja membuka hati. Malam semakin larut, percuma juga Syeril menunggu kedatangan Reval. Pemuda itu tak akan datang, pikir Syeril. Gadia ini menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN