Dengan susah payah Reval memanjat pohon kelapa itu. Bajunya tampak basah karena keringat membasahi. Syeril dan Reval duduk di tepi jalan setelah berhasil memetik buah kelapa. Pemuda ini membuka kedua buah kelapa tersebut, kebetulan ada kakek tua yang lewat dan membawa sabit. Syeril menikmati segarnya air kelapa di siang yang terik ini. Mata gadis itu melirik ke arah Reval yang masih mengatur napasnya akibat phobia ketinggian. "Ya ampun, sampe keringetan gitu." Syeril mengusap peluh di dahi Reval. Pemuda itu hanya tersenyum lesu. "Ini buat kamu, seger banget." Syeril memberikan buah kelapa itu untuk Reval. Reval menerimanya. "Ini buat aku? Nanti kalo kamu nambah, gimana?" Reval ragu. "Udah, aku udah kenyang kok minum satu. Kasihan kamu sampe gemeteran gitu." "Aku takut ketinggian,

