* Malam yang sangat dingin. Rintik hujan masih belum reda juga. Selesai makan malam, Reval dan Syeril masuk ke kamar. Tidak ada kegiatan apa pun selain berdiam di kamar sambil bercanda berdua. Cinta yang telah lama mereka rindukan, kini terwujud sudah. Betapa bahagianya Reval bisa bersama Syeril. Ada rasa tersendiri dalam sanubarinya ketika bisa melihat orang yang ia cintai setiap detik. Apalagi dalam keadaan tertawa. Reval sangat bersyukur akan takdir yang Tuhan berikan kepadanya. Syeril pun merasakan hal sama. Dia senang dan bahagia bisa memeluk Reval kapan pun dia mau. Lelaki yang dia rindukan itu kini telah membersamainya. "Sayang, kamu maunya anak kita nanti cewek apa cowok?" tanya Reval. Dia tidur miring menghadap Syeril, tangan kanannya menjadi penopang kepala. Sementara itu, t

