Syeril hanya menampakkan wajah tegang sekaligus cemas. Tegang karena ia takut mamanya mengetahui keberadaan Reval, dan cemas karena pandangan sang mama membuatnya sangat tidak nyaman. Memang Mama Ana menatap heran ke arah Syeril. Pertama yang diamati adalah bentuk badan Syeril yang sangat berbeda dengan enam bulan yang lalu, saat pertama kali Syeril dibawa ke Semarang. "Kamu sehat, 'kan?" tanya Mama Ana. "Sehat, Ma. Mama sendirian?" tanya Syeril. Terdengar agak kikuk. Mama Ana hanya tersenyum sekilas, wajahnya kembali menyiratkan pertanyaan. "Ada yang berubah dari bentuk badan kamu. Kamu ...." Mama Ana sudah menebak jika Syeril itu hamil. "Kamu hamil, ya?" "Iya, Ma. Aku hamil, anak Reval." "Apa?!" Mama Ana kaget mendengar jawaban Syeril. "Enggak, ini nggak mungkin. Jangan sampai Rev

