* Hari-hari Syeril begitu kelabu. Tidak ada yang bisa membuatnya tertawa, tidak ada yang menjahilinya, tidak ada yang mendekapnya saat merasa sendiri, tidak ada yang membuatnya tersenyum malu, tidak ada yang membuat sebal, dan tidak ada yang membuatnya terbang karena sanjungan. Semua terasa lenyap bak ditelan bumi. Kebahagiaan itu hilang bersamaan dengan kepergian Reval. Malam-malam pun terasa sepi mencekam. Reval juga merasakan hal yang sama. Ia sangat merindukan Syeril untuk berada di sisinya. Biasanya, malam seperti ini mereka selalu berdua, berbagi canda tawa dan kasih sayang. "Aku kangen kamu, Ril. Aku pengen peluk kamu saat ini." Reval tak kuasa menahan air matanya yang jatuh berlinang. Rindu itu begitu menyiksa. "Reval...." Panggilan lirih itu tak membuat Reval menoleh. Ia sudah

