Syeril tidak bisa tidur malam ini. Ia masih kepikiran dengan Reval yang marah kepadanya, juga Adel yang pasti akan salah paham dan terluka. Syeril merasa bersalah terhadap Reval dan Adel. Ingin rasanya gadis itu meminta maaf pada Reval, tetapi ia takut jika nanti pemuda itu semakin marah. Ia bangkit dari tidurnya, memaksa diri menemui Reval. Hal ini sudah ia pikirkan masak-msaka, apa pun hasilnya nanti, akan ia terima dengan lapang da'da. Syeril mencari Reval ke seluruh ruangan. Namun, ia tidak menemukan pemuda itu. Biasanya, Reval berada di teras belakang, tetapi kali ini tidak ada. "Ke mana dia?" pikir Syeril, lalu ia mencari ke tempat lain, halaman depan. Tak ada siapa pun di sana. Syeril kembali masuk, ia teringat sesuatu tempat. Atap. Ya! Pasti Reval di sana! sorak Syeril dalam hat

