Reval langsung ke kafe. Lama-lama du kampus malah membuatnya suntuk. Apalagi selalu kepikiran soal omongan Syeril. Pemuda itu tak minta dicintai, tetapi tak perlu juga Syeril mengatur pada siapa hati Reval berlabuh. Kafe cukup lengang hari ini, apalagi di jam-jam segini. Kafe akan kembali ramai setelah jam pulang kantor. Reval terlihat melamun, Riri memperhatikannya sejak tadi. Namun, gadis itu tak menegur, hanya menggeleng karena sudah pasti sang sahabat sedang ada masalah dengan Syeril. Saat melamun, tiba-tiba dikejutkan dengan suara seorang gadis. "Kak Reval!" Teriakan gadis itu membuat Reval yang sedang sibuk melamun pun menoleh. Gadis itu kini sudah berada di dekat Reval. "Ini buat kakak," katanya sambil menyodorkan sesuatu. Reval masih terkejut. "Adel? Kok kamu gak sekolah?"

