Bab 23 : Kerinduan Syeril

594 Kata
"Bagaimana, Yuda?" tanya Oma Wening kepada Pak Bratha. Beliau hanya ingin memastikan kembali, supaya Pak Bratha benar-benar yakin dengan keputusannya. Pak Bratha pun mengangguk. "Aku setuju sama kamu, Han. Anak-anak zaman sekarang memang susah diatur." 'Itu juga alasannya kenapa anak mereka cepet-cepet dinikahkan, karena anaknya bandel,' batin Mama Sonya. Namun, dia tak berani mengutarakannya secara langsung, sebab pasti tak akan ada yang memercayainya. Apalagi itu hanya dugaan semata dari Mama Sonya. Pasti tak akan ada yang setuju dengan dugaan tersebut, dan akan disangkal oleh Oma Wening, terlebih kedua orang tua Syeril. Acara pertemuan hari ini selesai. Keputusan sudah final, bahwa Syeril dan Reval akan melaksanakan pernikahan secara siri terlebih dahulu, sampai usia Syeril lebih dari 17 tahun, atau hingga lulus sekolah. Sudah terencana sempurna acara pernikahan Syeril nanti. Tepatnya setelah gadis itu selesai ujian nasional, agar tidak menganggu konsentrasinya. Berita ini akan menjadi rahasia untuk menjaga pikiran Syeril agar tidak terbelah. Tentu saja juga demi kelulusan sang anak. Lagi pula, Reval juga belum ada kabar kapan dia akan lulus kuliah. Skripsinya juga masih ditunda. Malahan, akibat kemarin dia tidak datang saat sidang, Reval harus menunggu tahun berikutnya untuk kelulusan. Skripsi yang dia kerjakan juga masih butuh beberapa bahan lagi. Kata dosen pembimbingnya, tema yang dipakai Reval sangat ciamik, tetapi butuh waktu untuk menyelesaikannya. * "Mamaaa!" Seperti biasa, Syeril selalu meneriakkan panggilannya kepada sang mama ketika tiba di ambang pintu. Gadis ini baru saja tiba di rumah. Dia melenggang penuh rasa suka cita. Kaki jenjangnya menyusuri ruang tamu, hingga ruang keluarga. Tak dia dapati orang tuanya di sana. Rumah juga terlihat sepi seperti tak berpenghuni, hanya cicitan burung dari halaman belakang yang mengisi gendang telinga Syeril. "Pada ke mana, sih? Sepi banget," keluh Syeril ketika melintasi anak tangga. Matanya masih setia menjelajah, barangkali menemukan sang mama. Namun, ternyata sama sekali tak ia temukan sosok itu. Langkah Syeril tertuju pada kamar sang papa. Perlahan dia mengetuk papan lebar berengsel itu, tetapi tak ada jawaban. Terpaksa dia membukanya, sunyi. Sang papa tak ada di dalam sana. Akhirnya, Syeril menutup pintu dengan perasaan kecewa. Entahlah, akhir-akhir ini dia ingin sekali bertemu dan selalu bersama sang papa. Ada perasaan rindu yang menelusup ke dalam kalbu. Namun, sejujurnya dia sendiri tak tahu mengapa bisa serindu itu dengan sang papa. Syeril ke kamarnya saja, kebetulan dia belum ganti baju dan mandi. Tubuhnya pun terasa lengket, serta aromanya kurang sedap. Seharian mengeluarkan keringat membuat tubuhnya gerah dan risi. Selesai mandi, Syeril kembali mencari sang papa, barangkali sudah pulang. Gadis ini kembali ke kamar sang mama. Ia ketuk lagi pintu coklat gelap itu, tetapi hasilnya masih sama. Tak ada jawaban apa pun. Akhirnya—demi menghilangkan rasa kecewanya—Syeril turun. Dia menuju dapur untuk mengambil camilan dan minum sebagai teman nonton TV. Bi Odah sendiri selalu pulang tiap sore. Jadi, rumah ini benar-benar sepi. "Ck! Pada ke mana, sih?" decak Syeril sambil menutup kulkas. Apel fuji sudah ada di tangannya, serta s**u murni kalengan gambar beruang. Gadis ini menuju ruang keluarga. Dia merebahkan diri di sofa hitam setelah meletakkan makanan yang dia bawa tadi. Televisi mulai menyala, Syeril menonton serial kartun anak-anak. Seorang bocah dengan penutup kepala dan rambut masih menyembul berbaju ungu itu tampak lincah sekali. Syeril sampai terpingkal melihatnya. Tak berapa lama, terdengar bunyi ketukan sepatu bergesek dengan lantai. "Itu pasti Papa sama Mama," gumam Syeril bahagia. Dia berlari ke depan untuk melihat apa yang dia dengar. Ternyata benar, sang papa berjalan di depan, disusul Mama Ana. Melihat hal itu, Syeril berlari berhamburan memeluk sang papa. "Papa!" pekiknya sambil mendekap sang papa. Senyumnya terkembang. Tiba-tiba Syeril teringat kejadian waktu itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN