Hodos
“Malkia, saya harap Anda tidak keluar dari istana tanpa izin. Kami sangat khawatir ketika Anda tidak ada. Kami….” Alana mengangkat tangannya menyuruh penasihatnya itu untuk berhenti berbicara.
“Sekali lagi kukatakan, jangan memanggil julukan itu. Panggil saja namaku. Alana, itu namaku dan aku keluar karena aku ingin bermain bersama para peri Pixie. Aku tidak mempunyai teman di istana ini. Jangan melarangku atau aku akan menyembunyikan semua pakaianmu dan kau tidak bisa keluar dari kamar lalu mencariku.”
Penasihatnya masih ingin menginterupsi. Dia melakukan ini karena dia sayang kepada sang ratu.
“Malkia, Anda adalah ratu di kerajaan ini. Tugas Anda adalah memimpin dan melindungi kerajaan. Kegelapan dan keserakahan mulai mendekati kerajaan kita. Tugas Anda sangat berat,” nasihat penasihatnya lagi. Alana mengupas jeruk yang berada di depannya. Ia memang tengah makan siang saat penasihatnya itu mulai menceramahinya dengan berbagai pedoman kerajaan.
“Mengapa aku yang harus diberikan beban ini? Aku ingin bermain-main di hutan bersama para peri Pixie. Di istana membosankan,” jawab Alana tidak acuh sambil memakan jeruk. “Sayang sekali para peri Pixie tidak bisa dengan mudah main ke istana. Jika saja mereka bisa bermain ke sini setiap hari maka aku tidak akan kesepian dan bosan.”
“Itu karena dunia kita berbeda, mereka adalah peri sedangkan kita manusia. Mereka memiliki aturan tersendiri,” ucap penasihatnya lagi. Raut wajahnya jelas menampakkan kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan oleh sang ratu.
“Kau sudah mengatakan itu puluhan kali. Aku bosan mendengarnya,” jawab Alana apa adanya. Penasihatnya adalah pria tua berusia sekitar tiga puluh tahun akhir. Perawakannya sangat tegas. Ia memiliki warna rambut hitam pekat dengan tubuh tegap yang terlihat kuat. Ia adalah mantan petarung di istana mereka. Bekas luka yang cukup lebar dan tampaknya dalam terlihat jelas di dahinya. Bekas luka ketika perang besar berlangsung dua tahun lalu. Perang besar yang sekaligus menewaskan ayah sang ratu. Penasihatnya itu adalah orang kepercayaan ayahnya dan orang yang paling menyayangi Alana segenap jiwa raganya.
“Sudahlah, aku ingin tidur. Jangan bangunkan aku dengan hal-hal yang tidak penting. Aku butuh mengkhayal saat ini,” jawab Alana sekenanya.
Alana bangkit dari kursi dan berjalan melewati penasihatnya. Penasihatnya menatap Alana dari belakang. Penampilan ratunya sangat sederhana. Ia hanya memakai gaun terusan yang melebar ke bawah. Rambut panjang coklatnya hanya ia gerai dengan bebas. Tidak ada mahkota di kepalanya, ia tidak nyaman memakainya karena menurut Alana itu merepotkan. Mengganggunya untuk bergerak bebas dan ia tidak menjamin mahkota itu akan utuh jika di kepalanya karena bisa saja mahkota itu tiba-tiba jatuh dari kepalanya karena ia memang sangat banyak bergerak.
“Kuharap Anda segera bisa paham dengan situasi ini, harapan kami bergantung kepada Anda, Yang Mulia,” gumam penasihatnya. Ia lalu melangkahkan kaki menuju ruang depan istana. Prajurit-prajurit berjaga di depan istana. Penasihat itu bernama Edmond Achlys, tetapi ia lebih dikenal dengan julukan Leander. Ia adalah mantan petarung yang hebat, berjuang bersama ayah Alana sehingga memperoleh kemenangan besar dari kerajaan gelap, tetapi mengorbankan sang raja sebagai imbalannya.
♜♜♜
“Membosankan! Membosankan! Sangat membosankan! Mengapa berada di istana ini terasa sangat membosankan,” rutuk Alana sambil memain-mainkan rambutnya dengan sembarangan. Berulang kali ia menghempaskan tubuhnya di kasur kamarnya lalu duduk lagi seperti itu seterusnya selama beberapa saat.
“Oh tidak, aku bosan sekali!”
Alana frustrasi. Ia mengacak-acak rambutnya semakin kacau. Ia adalah tipikal orang yang tidak bisa diam dan akan bosan jika berada di satu tempat yang sama dalam waktu lebih dari lima menit. Jiwa petualangnya yang membuatnya seperti itu. Itu sudah keturunan dari sang ayah yang juga dikenal dengan raja pecinta petualangan. Seandainya ia bukan seorang ratu, mungkin saat ini ia sudah berpetualang jauh mengitari negerinya untuk menemukan hal-hal menarik.
Alana akhirnya memutuskan untuk ke beranda kamarnya. Kamarnya tepat berada di hadapan hutan oak. Di dalam hutan itu hidup teman-temannya. Ia sering bermain bersama bangsa para peri Pixie. Ia berteman dengan bangsa apa pun. Bangsa Beacan, bangsa Wulf, bangsa Oxa, bangsa Ezio, bangsa Xylon, bangsa Flora, dan sebagainya. Mereka semua hidup di hutan Yardvine. Hutan yang rimbun dengan pepohonan tua dan mengerikan.
Ketika Alana tengah melihat hamparan hutan oak, tiba-tiba saja ada sekelompok burung elang berjenis Harpy Eagle terbang menuju arahnya. Elang itu berwarna hitam dan putih serta keabu-abuan. Jenis burung elang yang sangat cantik dan elegan serta anggun. Salah satu jenis elang terbesar dan juga elang terkuat di muka bumi. Ukuran tubuhnya sangat besar. Bentangan sayapnya bisa mencapai empat meter. Mereka menyebut bangsa elang itu dengan sebutan Ezio.
“Merlin!” teriak Alana dengan gembira. Tidak lama dari itu rombongan burung elang pun mendekat dan hinggap di beranda kamar Alana. Merlin adalah nama salah satu burung elang yang menghampiri Alana. Dia adalah pemimpin dari bangsa Ezio.
“Bagaimana kabarmu? Aku sangat merindukan kalian!” ucap Alana dengan gembira sambil memeluk temannya. Burung itu lalu membentangkan sayapnya dan menyelimuti Alana dengan sayap lebarnya. Ia membalas pelukan hangat Alana. Pertemanan Alana dengan semua bangsa Ezio berawal ketika ia masih kecil. Ia bisa berbicara dengan para hewan dari hati ke hati. Tidak banyak orang yang bisa memahami bahasa batin seperti Alana. Kemampuan khususnya itu ia peroleh ketika semasa kecil.
“Aku bosan berada di istana. Kau mau membawaku keluar dari istana? Aku ingin bermain,” pinta Alana memohon. Merlin lalu mengangkat satu kakinya dan Alana menyambutnya. Ia tahu pertanda itu. Artinya temannya menyanggupi permintaannya. Alana kemudian menaiki punggung Merlin. Merlin mulai mengepakkan sayapnya yang lebar untuk terbang di udara bebas. Hamparan hutan oak berada di bawah mereka. Angin mengibaskan rambut Alana sesuka hati. Ia paling bahagia jika sudah menaiki punggung Merlin dan melintasi udara. Istananya mulai jauh dari pandangan Alana. Ketika Alana hampir tiba di dalam hutan oak, seakan semua pohon menyambutnya. Menari layaknya barisan manusia. Bangsa Xylon adalah teman Alana yang mempunyai umur paling tua. Mereka sudah beribu-ribu tahun menjadi penghuni hutan Yardvine. Mereka bahkan mendapat julukan makhluk abadi di muka bumi karena umur mereka yang panjang.
“Elswyth!” Alana langsung memeluk peri cantik yang menyambut kedatangannya. Penampilannya sangat memukau dan sangat cantik. Tubuh mereka bersinar dengan warna keemasan lembut. Mereka mempunyai sayap indah yang akan muncul bila diperlukan. Terlepas dari semua itu mereka adalah bangsa peri yang sangat kuat. Elswyth adalah nama lain dari Isadora, nama panjangnya adalah Isadora Osborn. Dia adalah salah satu putri dari para bangsa Pixie. “Kau tahu aku akan datang?” tanya Alana.
“Apa kabarmu Alana? Sudah seminggu kau tidak keluar dari istana,” ucapnya membalas pelukan Alana. “Ya, tentu saja aku tahu kau akan datang. Jangan melupakan kenyataan bahwa aku adalah seorang Pixie,” jawab Isadora sambil tersenyum.
“Untuk beberapa saat yang lalu keadaanku sangat tidak baik, tetapi sekarang keadaanku sangat baik sekali. Aku sangat senang bisa bertemu dengan kalian lagi dan bisa bermain bersama kalian. Aku bosan di istana karena aku tidak punya teman.”
“Ayo masuklah Alana, kami baru saja memasak beberapa hidangan. Merlin dan teman-teman, kalian juga masuklah,” ajak Isadora memasuki istana mereka.
Istana para bangsa Pixie sangat berbeda dengan istana Alana. Bangunan besar bergaya baroque-gothic itu berwarna keemasan dan sangat megah. Pohon-pohon sequoia dengan ukuran super besar menghiasi hutan dan menjulang tinggi hampir menembus awan yang berada di atasnya. Memukau adalah kata yang pantas disematkan orang-orang untuk menyebut keadaan pertama kali ketika melihat istana bangsa peri Pixie. Air terjun, sungai, ladang bunga berwarna-warni, kupu-kupu, dan kicauan burung menggema menghiasi tempat indah itu. Bangsa peri Pixie adalah bangsa yang paling menentang kerajaan-kerajaan para manusia tamak dan serakah setelah Alana sendiri dan para rakyatnya. Tidak ada ampun untuk ketamakan yang merajalela.
“Di mana para putri yang lainnya?” tanya Alana ketika Alana melewati jembatan yang penuh dengan dedaunan merambat dan bunga-bunga kecil. Seolah membuat jembatan tersebut terbuat dari tanaman merambat itu sendiri.
“Saudaraku yang lain sedang menunggumu di istana,” jawab Isadora sambil terus berjalan menuju istana. Ia memang sengaja menyambut Alana di depan gerbang istananya. Itu sambutan istimewa untuk seorang ratu seperti Alana.
Alana berjalan dengan riang melewati jalan setapak yang pinggirnya dihiasi pohon-pohon pinus rindang dan beraroma khas. Seolah membentuk sebuah lorong. Daun-daun semanggi dengan bunga-bunga cantiknya menghiasi perjalanan Alana. Bunga semanggi berdaun empat memang sangat langka di dunia ini, tetapi tidak di Breen. Dari kejauhan Alana melihat banyak bangsa peri Pixie yang melihat dirinya lalu menunduk hormat. Alana membalasnya dengan senyum.
“Alana!”
Teriakan dan pelukan hangat itu tiba-tiba Alana rasakan. Ia adalah seorang peri air, tugasnya adalah menjaga ketentraman semua air yang ada di Mašte. Namanya adalah Valda, nama panjangnya Valda Osborn, tetapi ia lebih dikenal dengan sebutan Evadne. Dia adalah saudara Isadora. Ada beberapa peri lagi yang merupakan saudara dari Isadora serta Valda. Mereka adalah Karin Osborn dan Maribel Osborn. Keduanya dikenal dengan nama Theola dan Eirene. Sesuai nama mereka, Karin adalah seorang peramal yang bisa memprediksikan masa depan dan Maribel adalah peri kedamaian yang membuat negeri para Pixie menjadi sangat damai. Para peri mempunyai tugas serta peranan masing-masing.
Alana sangat gembira berada di antara teman-temannya. Meskipun hanya ia sendiri bangsa manusia, tetapi tidak membuatnya berkecil hati. Berbeda jika ia berada di istana. Meskipun ia seorang ratu, tetapi ia merasa sangat dihormati dan itu membuat Alana tidak nyaman. Dulu semasa ayahnya masih hidup, Alana tidak pernah terkekang seperti ini. Semenjak mahkota kerajaan berada di kepala Alana semuanya mulai berubah. Alana tidak bebas bermain di hutan bersama teman-temannya serta melakukan semua yang ia sukai. Urusan istana kadang menyita waktunya dan membuatnya tertekan.
TBC...