Dict

949 Kata

“Ifrit semakin kuat. Prajurit roh miliknya semakin bertambah,” suara halus itu berbicara di antara menjulangnya pohon-pohon besar dan dilapisi lumut tebal. Hutan yang gelap karena rimbunnya daun. “Lalu kenapa?” tanya suara lain yang sama halusnya. “Mereka melupakan kita. Kita tidak bisa ikut campur,” jawab suara lain yang sama halusnya. Suara halus mereka tidak lebih seperti suara angin semilir. Membuat bulu kuduk siapa saja yang mendengarnya akan merinding. “Benar, apa hubungannya. Kita tidak lagi membutuhkan mereka dan mereka tidak boleh mengganggu hidup kita lagi,” jawab suara lain yang sama halusnya. Saat ini terjadi perbincangan di tengah hutan itu. Ada banyak suara yang terdengar. Suara laki-laki dan perempuan saling sahut-sahutan, tetapi wujud mereka tidak tampak. “Tapi mereka t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN