Pagi sudah tiba. Alana masih tertidur di kasurnya. Ia lelap sekali tertidur karena memang Isadora membuat Alana tertidur cukup lama. Leo masih berbaring di sebelah Alana. Ia tidak henti-hentinya memandang wajah Alana yang tidur di dalam kedamaian. Karena dengan cara seperti itulah pikirannya teralih dari hal lain dan Ifrit tidak akan bisa mengetahui semua rencananya. Alana sedikit mengeliat tanda ia mulai akan bangun dari tidurnya nyenyaknya. Leo tersenyum kecil melihat tingkah Alana tersebut. Tidak lama mata Alana terbuka sepenuhnya. “Leo! Oh kau mengagetkanku!” ucap Alana dengan perasaan terkejut. Leo langsung tertawa pelan dan mengusap kepala Alana. “Maaf, aku tidak bermaksud mengagetkanmu. Aku senang melihatmu tidur,” ucap Leo sambil terus mengelus kepala Alana. Alana semakin mendeka

