"Sayang!" teriak Anjani dari kejauhan. Dia berlari cukup kencang, menghampiri Nalendra yang duduk dengan kepala tertunduk lesu. "Mama." Nalendra beranjak bangun. Sebenarnya dia tidak ingin memberitahukan kabar ini kepada Anjani. Namun, hatinya tidak sepaham dengan pikirannya. "Bagaimana kabar Amel sekarang?" tanya Anjani tampak sangat cemas. Setelah mendengar kabar kecelakaan itu, Anjani membatalkan penerbangan menuju Aceh. Dia langsung berangkat ke rumah sakit ini. "Dokter masih belum keluar dari ruangan," terang Nalendra singkat. "Sebenarnya apa yang terjadi si? Kenapa, Amel bisa diserang gitu?" cecar Anjani, penasaran dengan cerita lengkapnya. "Aku juga enggak tahu, Mah. Semuanya terjadi begitu cepat. Pas kami mau pulang, dari kafe, tiba-tiba ada orang yang nusuk Amel. Awalnya ak

