17. GAGAL CIUMAN

941 Kata

"Ayo, Sayang. Buka mulutnya. Aaaa ..." kata Nalendra mengarahkan. Amel pun menatap suaminya sayu. Pelan-pelan dia membuka mulut. Nalendra mengarahkan sendok yang berisi bubur itu, ke dalam mulut Amel. Bubur itu berhasil masuk. Amel menelannya sambil terus menatap Nalendra. Pria dua puluh lima tahun itu, tersenyum lembut. Dia sangat senang, sebab Amel sudah sadar. "Kamu harus banyak makan, Sayang. Supaya kamu cepat sehat dan bisa beraktivitas lagi. Aku loh udah kangen banget lihat senyuman kamu." Nalendra mengaduk-aduk bubur ayam itu. "Jidat sama tangan kamu kenapa?" Pertanyaannya itu, langsung membuat Nalendra menghentikan aktivitas mengaduk bubur itu, untuk beberapa detik. Sebelum akhirnya, dia kembali tersenyum kecil. "Bukan apa-apa, Sayang. Hanya luka kecil aja. Nanti juga s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN