"Uhuk!" Oza memperhatikan Nada. "Apakah anda sedang sakit?" Nada menggeleng cepat lalu mengangguk. Oza tersenyum kecil. "Mana yang benar?" Tim marketing dan Fo yang sembunyi di balik pintu ruang marketing hampir menjerit ketika melihat senyum aktor terkenal itu. "Astaga, tampan sekali dia." "Lebih tampan dari di tv." "Bibirnya itu lho minta dicium." "Aku juga mau cium bibirnya." "Gak tahan aku-" Nada bisa mendengar suara berisik di balik pintu kantor marketing yang terhubung dengan meja tinggi fo. "Kalau anda sakit, bisa ditunda besok," kata Oza. Nada menggeleng dan berdehem. "Tidak apa." Oza menyipitkan matanya. "Anda yakin?" Nada mengangguk kecil lalu menangkap sosok tinggi yang baru keluar dari lift, disambut general manager dan manager operasional pusat. Sosok itu juga

