Vivi yang mengedarkan pandangan di sekeliling lobby, bertanya dengan senyum mengembang. "Tidak ada yang tahu?" Para pegawai yang sedari tadi mengintip, sontak kembali ke tempat masing-masing, bahkan general manager diam-diam kabur. Putra dan Nada menghela napas bersamaan. "Apakah perlu kalian mengganti guci yang aku pecahkan sekarang untuk berkata jujur?" tanya Vivi. Putra bicara ke Nada. "Bu Nada, saya minta maaf karena tidak sempat mengirim informasi ke pihak marketing. Masalah kompensasi- saya bisa berikan solusi kepada anda." Nada menghela napas panjang. "Solusi apa?" "Anda bisa memutuskan hubungan secara sepihak ke TA, anggap ini bukan kesalahan hotel. Harusnya pihak TA juga tahu soal pemutusan hubungan kerja sama." Nada tidak setuju dengan solusi Putra. "Sama saja dengan an

