Episode 5

4192 Kata
Di apartemen Jennie membuka tirai melihat kearah luar kini fajar sudah tiba tapi tidak ada tanda-tanda kehadiran suaminya,bibir Jennie bergetar dan detik itu juga air matanya mengalir begitu saja.Jennie menatap langit-langit ruangan berharap air matanya tidak jatuh lagi mungkin Yoongi sedang sibuk,dia terus mengsugesti diri sendiri tapi sayangnya kenyataanya berlawanan membuatnya jadi semakin sadar sejak awal dia tidak mungkin bisa mengimbangi kehidupan Yoongi. “By apa mencintai memang harus sesakit ini” Jennie lalu naik ketempat tidur untuk istirahat karena semalaman dia bergadang menunggu Yoongi, terkadang dia ingin mengakhiri hubungannya dengan Yoongi demi kebaikan semua tapi perasaanya seperti tidak rela karena cintanya yang sudah sangat dalam selain itu dia juga tidak bisa egois meninggalkan suaminya begitu saja membuat putri kecilnya kehilangan appanya.Jennie sekarang diposisi yang sulit,bertahan sakit meninggalkanpun lebih sakit semua keputusan seperti serba salah,dia memang sudah menjalani hipnoterapi(terapi hipnotis) tapi bukan berarti melupakan semua tindakan suaminya,Jennie hanya berusaha berdamai dengan keadaan dan menerima semuanya.Jennie terus menangis memikirkan nasib rumah tangganya hingga dia lelah dan terlelap dengan sendirinya. Sedangkan dirumah Jieun seperti biasa dia terbangun terlebih dahulu karena sudah beberapa hari tidak dance Jieun memulai paginya dengan mencoba dance kembali seperti dulu saat menjadi idol.Yoongi yang baru saja bangun biasanya langsung bersiap kekantor tapi hari ini dia memilih datang terlambat,Yoongi kedapur menyeduh kopi sebentar lalu menuju ke kamar sikembar mencari Jieun karena sejak bangun dia belum melihatnya tapi kosong lalu dia menuju ruang musik karena hanya dua ruangan ini yang menjadi tempat untuk menemukan istrinya dan benar saja Jieun sedang dance hingga tidak menyadari kehadirannya.Yoongi duduk melihat istrinya sambil menikmati kopinya disofa belakang,tiba-tiba dia tertawa melihat istrinya terjungkal.Mendengar suara tertawa Yoongi,Jieun langsung bangun melihat suaminya yang sudah ada dibelakangnya dan menghampirinya dengan sedikit malu karena kekonyolannya yang bisa-bisanya terjungkal. "Sejak kapan ada disini by?" "Sejak melihat orang terjungkal" Yoongi menahan tawa tapi gagal membuat Jieun berdecih kesal sambil membenarkan outernya,Yoongi yang melihat kekesalan di wajah istrinya menariknya dalam pangkuannya lalu mengecup pelipisnya.Jieun jadi malu sampai wajahnya memerah membuatnya bersembunyi didada Yoongi. "Ahh aku pasti terlihat konyol ya by” "Aniya,masih pagi sudah dance sih" "Aku sudah beberapa hari tidak melakukannya by,rasanya hambar seperti hidupku jika tidak ada kamu" Jieun mengalungkan tangannya ke leher Yoongi sambil mengedipkan mata menggoda suaminya,Yoongi hanya menanggapi dengan tersenyum ia juga tidak pernah tahu jika sekarang dia bisa duduk berdua dengan Jieun dalam posisi sesantai ini jika mengingat dulu dia sangat membenci wanita ini karena appanya membuat wanitanya depresi dengan memaksa menikahinya. "Jika aku menikah lagi bagaimana??" "Ahh Molla" Jieun melepaskan tangannya dari leher Yoongi lalu mencubit perut buncitnya dan meninggalkan suaminya begitu saja sambil berjalan menghentak kaki kesal dan menggerutu tidak jelas. ‘Menikah menikah dia kira wanita ini koleksi barang yang harus diperbanyak,cih!!menikahlah jika perlu separuh wanita didunia ini nikahilah’ Yoongi hanya tersenyum melihat istrinya pergi sambil menggerutu yang masih terdengar olehnya Jieun menuju kamarnya melakukan aktivitas bersih pagi setelah itu menuju ruang makan sambil menunggunya suaminya yang belum muncul entah kemana perginya.Jieun yang sudah menunggu cukup lama heran mencari suaminya yang ternyata diluar bermain dengan anjingnya sengaja dia berteriak agar suaminya segera masuk dan sarapan bersama. "Yeoboooooo, My yeobooooo! Where are you?? Apakah kamu mencari istri baruuu?Dimana suamiku ya hemmm" "Nee aku dapat istri baru nanti aku bawa pulang kesini jangan lupa sambut dia dengan baik” Yoongi menggoda istrinya sambil mengelus anjingnya sebentar lalu masuk rumah dan melihat Jieun yang berjalan kearahnya layaknya selebriti catwalk Yoongi tersenyum lalu mengacungkan jempolnya "Bagaimana by apakah perlu bantuan mencari istri barunya setidaknya aku harus ikut agar dia tahu istrimu ini mantan idol visual lo jika dia insecure bukan salahku” "Hahahhaha nee nanti aku akan mengajak Jennie juga untuk menyambut madu baru kalian" "Yaak!!issh menyebalkan" Jieun menggerutu tidak jelas karena suaminya yang suka sekali menggodanya dan Yoongi masih mendengar hanya tersenyum lalu masuk kamar bersiap untuk kerja dia melepas bajunya dan mengambil bathrobe menuju kamar mandi. 'Dua aja bingung setengah mati mau nambah'batin yoongi. "Byy..,apa kamu tidak bekerja?Aku akan ke rumah eomma nanti setelah itu menitipkan si kembar karena aku ada urusan di kantor appa" Jieun berteriak tapi tidak ada jawaban dan dua puluh menit berlalu Yoongi keluar dari kamar sudah rapi dengan setelan kerjanya menghampiri istrinya yang menunggunya untuk sarapan bersama walau bisa dikatakan ini sudah hampir siang. “Kamu mau kemana?" "Ke rumah eomma katanya eomma ingin melihat cucunya dan aku akan langsung ke kantor appa" “Nee,aku antar sekalian berangkat kerja" "Nee by” Kalian lalu makan bersama sebentar setelah itu Jieun menyiapkan keperluan sikembar dibantu oleh pengasuhnya,Yoongi juga mulai memasukkan perlengkapan sikembar ke mobil dan memastikan istri dan anaknya aman baru dia masuk di belakang kemudi melajukan mobilnya menuju kediaman Park.Di depan kediaman Park mobil Yoongi berhenti,dia membantu istrinya menurunkan perlengkapan anaknya yang langsung diambil alih oleh pengawal Logan membawanya masuk kedalam. "Terimakasih appa telah mengantar" “Nee anak appa,ay bilang eomma aku banyak kerjaan tidak bisa mampir" "Nee by nanti aku sampaikan,bye sayang" Jieun mencium bibir suaminya dan Yoongi membalas ciuman istrinya lalu mencium kedua pipi anaknya,Yoongi masih berdiri memastikan keluarga kecilnya masuk dengan aman baru masuk mobil menuju kantor.Jiah menyambut kedatangan putrinya dan kedua cucunya mereka duduk diruang tamu sambil menggendong sikembar. "Eomma dimana Appa? Katanya ingin berbicara denganku?" "Kau harusnya datang lebih cepat appamu sudah pergi ke kantor" "Jadi aku tidak perlu menemui appa kalau begitu" Jieun tersenyum senang karena merasa aman dari Appanya membuat Jiah menghela nafas dan memukul lengan putrinya padahal hanya bertemu appanya sendiri seperti bertemu zombie saja pikir Jiah. "Yak!!kamu disuruh appa ke kantornya jangan banyak alasan nanti biar sopir yang antar kekantor appamu lalu kemana suamimu?Apa kamu diantar sopir?” "Nee nee tapi nanti siang saja aku masih merindukan eomma,Yoongi seperti biasa sibuk habis antar langsung ke kantor" “Hmm lalu bagaimana hubunganmu dengannya,apa kamu sudah berhasil mengambil hatinya” “Hubungan kita baik eomma dia sudah seperti suami sekarang” “Baguslah Chen melapor dengan benar” Jieun lalu mengalihkan topik karena dia malas setiap kali bertemu bukan bertanya tentang apa dia bahagia tapi apa dia sudah berhasil menahlukkan Yoongi,Jieun jengah hubunganya dengan suaminya memang sudah baik Yoongi sudah menganggapnya seperti manusia sekarang.Tapi untuk hati Jieun masih tidak yakin karena Jennie sepertinya masih tetap wanita yang dicintai Yoongi,sekeras apapun dia berusaha mengikuti permainan orangtuanya sesakit itu juga yang dirasakan oleh Jieun.Terkadang dia ingin mengasihani diri sendiri tapi keadaan seolah menertawakannya karena sampai kapanpun pion tidak akan pernah berdiri dibelakang rajanya yang ada raja akan menjadikannya tumbal untuk tetap hidup.Jiah berhenti bertanya tentang rumah tangga putrinya selama semua ada kemajuan dengan perlahan Jennie akan tersingkir dengan sendirinya,Jiah lalu mengajak Jieun dan kedua cucunya bersantai sambil menonton film anak-anak. Sementara itu di Jeju,Yoora menikmati teh dan duduk di depan jendela sambil memandangi keadaan diluar.Tidak lama Jimin terbangun melihat kesamping istrinya sedang menikmati the sambil melamun entah apa yang ada dikepala kecilnya sampai tidak menyadarinya yang beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.Yoora melihat jam ditangannya sudah siang dia beranjak dari sana berniat membangunkan Jimin tapi sudah hilang begitu saja. ‘Kemana perginya’batin yoora. Yoora mengganti baju berniat gym saat itu juga pintu kamar mandi terbuka,Jimin berjalan sambil mengeringkan rambutnya mengambil air putih didekat nakas yang disediakan oleh pihak hotel.Jimin menegak airnya sambil melihat istrinya dari atas kebawah terlihat dari gerak-geriknya sepertinya akan pergi,Yoora balas mememperhatikan suaminya yang sejak tadi menatapnya tanpa alasan lalu membuka suara terasa aneh saja diam-diaman. “Aku pikir kamu pergi” “Berharap aku pergi?" “Bukan begitu” “Lalu?” “Tidak ada aku hanya mau pergi gym sebentar” "Tahu gitu aku tidak perlu datang kesini" Jimin melempar handuk kecil dikepalanya kesofa begitu saja,Yoora melihat itu paham jika suaminya kesal karena akan ditinggal sendirian ke gym pelahan dia mulai memahami sifat suaminya yang terkadang manja dan selalu ingin ditemani.Yoora menghampirinya sambil tersenyum lalu mencubit pipinya gemas perlahan. “Mian aku akan tetap disini bersamamu” Jimin memegang pinggang istrinya menatapnya dalam,dia masih ingat kemarin malam wanita ini masih curiga padanya sekarang bersikap seolah tidak ada apa-apa.Jimin mendorong dan dengan cepat menindih tubuh Yoora ke kasur tanpa pikir panjang dia mencium leher Yoora,menjilatnya bahkan meninggalkan kissmark di sana tidak lupa tangannya meremas dadanya.Karena Jimin sudah sangat nafsu dia merobek pakaian yoora dengan sekali tarikan membuat d**a yoora yang masih tertutup bra terekspos di depan matanya,Jimin dengan sigap meraih pengait bra yoora lalu tak berselang lama dia berhasil melepaskan pengait dan membuang bra istrinya asal. Kini jimin bisa melihat d**a yoora sangat jelas tanpa tertutup apapun dan mulai mengulum secara bergantian sambil meremasnya karena d**a istrinya bagian favoritnya jadi dia bisa berlama-lama bermain dengan d**a Yoora. Sementara Yoora hanya bisa menikmati setiap sentuhan Jimin pada dadanya,dia juga sudah terbiasa dengan Jimin yang sering memainkan dadanya.Tangan Jimin mulai turun membelai kewanitaan Yoora yang masih tertutup dengan celana.Di saat Yoora sedang menikmati permainan Jimin pada d**a nya tiba-tiba tubuhnya tersentak saat suaminya membelai kewanitaannya lantas yoora mendesah kecil dengan apa yang dilakukan pada tubuhnya. Cukup lama jimin bermain dengan d**a Yoora kini dia mulai membuka celananya yang menghalangi jarinya sehingga kini Yoora sudah full naked begitu juga dengan Jimin setelah dia berhasil membuka semua pakaian istrinya lanjut membuka pakaian yang melekat dibutuhnya.Jimin lalu memasukan jarinya pada kewanitaan Yoora bergerak perlahan namun semakin lama gerakan jarinya semakin cepat sehingga membuat Yoora mendesah nikmat. “Aahhhhh jim aahhhhh" "Hmm nee sayang" Jimin terus menerus mengocok kewanitaan Yoora dengan cepat,dia ingin istrinya terangsang terlebih dahulu karena permainan jarinya sebelum memulai permainan yang sebenarnya.Sedangkan Yoora hanya mampu mendesah saat Jimin semakin cepat mengocok kewanitaannya. "Ahhhh jim bisa kau masukan saja ahhhh aku tidak tahan ahhhh" "Sebentar sayang kamu nikmati dulu" "Ahhhh aku akan gila rasanya jim ahhhh" Jimin menghiraukan yoora dia fokus mengocok kewanitaan Yoora dengan cepat hingga lima belas menit berlalu akhirnya Yoora klimaks oleh jarinya. "Ahhhhh jim aku keluar ahhhh" Yoora mengeluarkan cairannya membasahi jari Jimin yang masih ada dalam di kewanitaannya sedangkan Jimin langsung memposisikan juniornya di depan kewanitaan Yoora lalu memasukkan dengan sekali hentakan membuat tubuh Yoora sedikit terangkat dan terasa penuh. "Ahhh sayang licin sekali" "Eegghh jim" Jimin mulai bergerak memompa kewanitaan yoora dengan perlahan tapi semakin lama gerakan pinggulnya semakin cepat membuat yoora mendesah tidak karuan. "Ahhhh jim ini nikmat ahhhh" "Ahhhh nee sayang punya mu sangat nikmat" "Ahhhh ahhhh yes babe ahhhh" Jimin terus bergerak menghujam kewanitaan Yoora yang licin karena klimaksnya tadi,dia semakin intens bergerak maju mundur dengan cepat serta tangannya meremas d**a istrinya,sementara yoora di bawah menggeliat hebat dengan apa yang dia rasakan saat ini. Yoora semakin kencang mendesah sehingga seisi ruangan penuh dengan suara desahannya "Ahhhh babe lebih cepat lagi ahhhh" "Shitt ini nikmat sayang" Sudah sejam berlalu mereka berdua bercinta sampai akhirnya mereka berdua akan mendapatkan klimaksnya.Jimin semakin cepat menghujam kewanitaan Yoora sesekali dia menghentakkan juniornya dalam "Ahhhh jim aku akan keluar ahhhh" "Nee sayang aku juga akan sampai ahhhh" Tak berselang lama kalian berdua klimaks Jimin mendorong juniornya dalam menyemprotkan spermanya di rahim istrinya cukup banyak,Yoora bisa merasakan cairannya yang keluar dari sela junior suaminya.Setelah selesai Jimin mengecup bibir yoora beberapa kali sambil mengusap pipinya. "Gomawo sayang untuk hari ini" Yoora tak menjawab karena dia sudah sangat lelah bahkan nafas nya masih belum teratur karena masih menikmati sisa-sisa klimaksnya.Jimin bergeser kesamping setelah puas dengan percintaanya barusan dengan istrinya karena Yoora juga dengan semangat mengimbangi semua nafsunya dan bercinta hingga siang.Setelah cukup menikmati klimkasnya Yoora bangkit dan kembali membersihkan dirinya kekamar mandi sebentar lalu memutuskan memsan makanan karena melewati sarapan pagi.Tiba-tiba Yoora teringat Jieun,dia berfikir untuk membelikan oleh-oleh dari Jeju untuknya sedangkan di Seoul Jieun dalam perjalanan menuju ParkGroup,Jieun meminta sopirnya untuk berhenti di supermarket sebentar untuk membeli sesuatu tanpa sadar sejak tadi sudah diikuti oleh sebuah mobil yang sama dan pria yang sama saat pulang dari Jeju kemarin. Jieun yang baru saja keluar dari pintu supermarket berhenti karena ponselnya berbunyi ternyata dari sahabat dan juga iparnya,dia langsung mengangkat telepon itu. "Nee Yoora waeyo” "Aku sedang di Jeju dengan Oppamu mau kita belikan apa” “Tidak perlu kemarin aku juga baru dari Jeju dengan Seojoon Oppa” “Kenapa tidak bilang aku juga dari kemarin disini harusnya kita bisa bermain bersama” “Mian karena Seojoon oppa juga menagajaknya sudah malam mendadak sekali” Ditengah perbincangan mereka lelaki itu lalu mengambil kesempatan membius Jieun dan membawanya masuk kedalam mobilnya dengan cepat.Sopir keluarga park yang melihat itu tanpa berfikir panjang langsung mengikuti tapi sayangnya mobil itu melaju begitu kencang lalu berbelok-belok dengan tajam membuatnya kehilangan jejak nonanya.Dan disebrang sana Yoora terus memanggil-manggil Jieun yang ponselnya tergeletak begitu saja ditempat. Yoora panik karena tidak ada jawaban dari pemilik ponsel,dia melihat panggilan masih terhubung apalagi tadi yoora sempat mendengar suara pekikan “Jieun ada apa??Yak!!! Jieun kenapa kamu diam saja jangan bercanda denganku” Yoora lalu mematikan sambungan teleponnya lalu kembali menelepon nomor Jieun sampai beberapa kali tapi tetap tidak ada jawaban dia merasa pasti ada yang tidak beres.Jimin dari kasur memperhatikan perbincangan istrinya dan adik perempuannya melihat wajah cemas istrinya,Jimin menghampirinya kesofa. “Ada apa?” “Aku tidak tahu Jim tapi ponsel Jieun tiba-tiba tidak bisa dihubungi,apalagi tadi aku mendengar suara pekikkan” Jimin lalu mengambil ponsel Yoora membuka sebuah situs akun hacker pribadinya untuk mencari tahu titik ponsel adiknya dlam kepanikan Jimin dan Yoora di ParkGroup Logan juga sejak tadi menunggu kedatangan putrinya tapi karena terlalu lama,dia menelpon istrinya. “Yeobseo,yeobo apa Jieun masih dirumah katanya siang kesini kenapa belum sampai” “Aku tidak tahu sayang mungkin dia ketempat lain dulu kamu tahu sendiri anak perempuanmu itu tidak suka bertemu denganmu pasti sedang mencari alasan makanya jangan terlalu terlihat jika keras” “Aku hanya bertanya bukan ingin mendengar omelanmu lee Jiah” “Mianhae” Saat Logan masih berbincang dengan istrinya dia juga menerima pesan dari sopirnya jika Jieun diculik dan email dari Jimin jika ponsel putrinya berada di daerah cheongdam-dong dan tidak bisa dihubungi.Logan mencoba menghubungi Yoongi karena itu dekat dengan apartemen Yoongi dan kantornya di berfikir mungkin putrinya berniat ke suaminya dulu,Yoongi yang baru saja mendudukkan diri dikursinya ponsel pribadinya berdering ternyata dari mertuanya. "Nee yeopseo appa,ada apa?" "Jieun diculik segera suruh anak buahmu menbantu menemukannya” “Tidak mungkin appa tadi aku mengantarkannya kekekdiaman park sudahlah jangan bermain denganku aku lelah banyak pekerjaan” “Yak!!!Min Yoongi aku akan memusnahkanmu jika sampai putriku terjadi sesuatu” Panggilan terputus Logan segera meminta anak buahnya untuk menyebar mencari keberadaan putrinya,Yoongi mendengar itu ikut panik dia juga segera menepon Alex dan meminta anak buahnya yang lain untuk mencari keberadaan istrinya.Yoongi awalnya mengira Logan hanya bermain-main dengannya karena pria tua itu memang suka sekali mengancam dengan banyak hal tapi otak jeniusnya segera tanggap jika ada yang tidak beres dengan reaksi logan yang terdengar tidak dibuat-buat.Yoongi segera keluar kantor mengendari mobilnya dan diikuti oleh beberapa pengawalnya sedangkan Alex terus mengotak-atik laptopnya mencari tahu arah kepergian istri kedua bossnya dibawa pergi melalui chips yang ada pada cincin pernikahan Jieun. Ditengah itu Jimin juga sedang mencari tahu keberandaan adiknya setelah mendapatkan lokasinya,Jimin segera mengirimkan pada Yoongi dan tak berselang lama alex juga mengirimkan video cctv dimana Jieun dibawa pergi oleh seorang pria yang ternyata adalah fanboy fanatik Jieun saat menajdi seorang idol.Alex mengirimkan semua biodata Taesung pada Yoongi yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang dikirimkan Jimin.Yoongi terus sibuk dengan tabletnya saling menyusun rencana penyelamatan untuk istrinya,Jimin memang sengaja mengirimkan pertama kali pada Yoongi karena pria ini sangat sigap pada adiknya karena mereka berdua sama-sama sudah berjanji akan saling menjaga adik mereka dari Logan yang bisa kapan saja jika tujuannya selesai akan mengorbankan siapapun bahkan mungkin Logan tidak akan benar-benar menyelamatkan Jieun. Kenyataan memang selalu benar Logan bahkan harusnya sudah tahu sejak tadi akan kehilangannya Jieun tapi baru saja menelepon Jimin untuk memberi kabar,Logan memang sengaja memberi waktu baru memberitahu anak lelakinya ini karena jika diberitahu sejak awal yang ada dia tidak kan pernah tahu jika Yoongi sudah berada dibawah kendali atau tidak lewat putrinya.Jimin pasti akan bergerak cepat jika berhubungan dengan adik perempuannya seperti sekarang dia tidak butuh waktu lama untuk bisa mengetahu kederadaan Jieun. "Appa telepon jim" “Yeoboseo appa” jawab yoora " Yoora bisa kau berikan ponselmu kepada suamimu aku dari tadi menelponya tidak bisa" “Nee,ponsel Jimin rusak” “Hmm ada apa?” Jimin berpura-pura tidak tahu apapun padahal sejak tadi dia sudah saling bertukar pesan dengan Yoongi mingkin tidak akan lama Yoongi akan sampai pada tempat Jieun. "Jim lacak keberadaan adikmu,Jieun diculik aku belum bisa menemukan lokasinya,kamu dimana sekarang?” "Aku di Jeju kirimkan aku helikopter segera appa" "Hmmm" Mendengar reaksi Jimin yang santai Logan tahu jika pewarisnya ini sudah tahu keberadaan adiknya tidak sia-sia dia mendidik keras Jimin sejak kecil dan membentuknya menjadi anak yang bisa segala hal sehingga suatu saat dia akan menjadi seorang mafia yang tak terkalahkan dan kembali membangkitkan kejayaan seorang Park didunia.Logan tidak pernah peduli dengan perasaan Jimin yang terpenting baginya adalah menjadi apa yang dia mau,Logan selalu menempatkan Jimin didalam keadaan yang bahaya untuk melatihnya bertahan hidup sekalipun Jimin disekap oleh musuhnya dia tidak peduli Jimin harus bisa keluar dan menyelamatkan dirinya sendiri. Jimin akhirnya tumbuh menjadi pria yang keras kepala dan semaunya,dia mulai berani membantah appanya sejak dia lebih ditakuti oleh anak buahnya daripada Logan bahkan beberapa orang pekercayaan Park mulai menaruh kesetiaan pada Jimin.Karena walaupun Jimin keras tapi dia tidak pernah menjadikan anak buahnya sebagai tameng untuk dirinya seperti appanya.Jimin dulu berfikir tidak peduli akan perempuan baginya mereka seperti tisu yang sekali pakai buang dan teman hanya akan menambah beban tersendiri kepadanya karena dia merasa di dunia ini tidak ada orang yang bisa ia percaya sampai akhirnya dia bertemu dengan Jungkook orang asing yang menjadi saudaranya dan Jennie wanita asing yang bahkan berhasil mengambil hatinya. Setelah melihat istrinya selesai bersiap pergi Jimin lalu mengajak Yoora ke bagian atas hotel mereka naik halikopter jemputan appanya.Di dalam helicopter Jimin memasang alat perlengkapan untuk terjun payung karena dia tidak mau terlambat untuk menyelamatkan adiknya sedangkan Yoora hanya melihat suaminya dengan diam,dia sebenarnya khawatir jika Jimin melakukan hal ini takutnya dia mendarat tidak tepat dan lain sebagainya tapi sepertinya tidak akan didengarkan sekalipun dia meminta untuk tunggu hingga turun.Jimin menghampiri Yoora yang kelihatan khawatir padanya,dia mencium kening istrinya. "Kamu pulanglah duluan nanti akau kan menyusulmu" Tanpa menunggu balasan dari istrinya Jimin membuka pintu helikopter dan melihat kebawah memperkirakan titik terjunya dan arah angin akan membawanya,saat sudah sesuai dengan perhitungannya Jimin segera menjatuhkan dirinya terjun bebas. “Apa jika aku dalam posisi seperti ini aka nada yang berusaha menyelamatkan aku juga” Yoora bicara pada dirinya sendiri dan tidak lama helikopternya mendarat dikediaman Park disana appa Logan dan eomma Jiah sudah didepan rumah bersiap akan pergi menyusul Jieun.Yoora menghampiri mereka,Jiah memeluk Yoora sebentar lalu memberikan pistol kecil padanya untuk berjaga pada situasi yang tidak menentu. "Ayo kita menyusul mereka,aku harus memastikan putriku baik-baik saja kemana suamimu?" “Nee eomma,jimin sudah berangkat lebih dulu” Logan hanya melihat kedatangan Yoora biasa saja lalu masuk mobil bersama istrinya,mereka lalu keluar halaman kediaman Park menuju lokasi yang dikirimkan oleh Jimin.Dan disebuah gudang tua yang terbengkalai Jieun baru saja sadar dari bius Taesung,dia merasa pusing saat melihat sekelilingnya dia merasa takut apalagi dia mulai teringat jika dia sedang diculik.Lalu pintu terbuka datang seorang lelaki yang Jieun kenal,dia Taesung fansnya yang sangat kaya setiap fansign selalu membelikannya banyak barang mewah. “Taesung??apa yang kamu lakukan?Apa kamu pelaku semua ini??” “Kamu sudah bangun sayang,aku merindukanmu kenapa keluar dari dunia idol begitu saja" “Apapun alasanku kamu tidak boleh melakukan ini padaku Taesung,lepaskan aku !!!” “Nona Bona yang manis” Spontan Jieun menamparnya karena dia mencoba menyentuh d**a Jieun setelah mengelus pipinya,Taesung emosi karena sikap Jieun lalu mendorongnya hingga terjatuh.Jieun mencoba tenang karena dia yakin Oppanya pasti kan datang padanya bahkan saat dia tersesat saat berkemah disekolah Jimin berhasil menemukannya.Tapi sudah lama dia tidak tinggal dengan Jimin apa Oppanya akan sadar jika dia diculik,Jieun ketakutakan saat keyakinan-keyakinan dia akan selamat sirna.Jieun terus berusaha tenang setidaknya Yoongi pasti menyadarinya atau mungkin appanya karena dia belum datang ke kantornya. "Bersikaplah manis seperti saat dulu kita saling kenal" “Aniya aku bukan idol lagi lepaskan aku!!” “Yakk!!Apa pria Min itu memberimu uang banyak aku juga bisa memberimu” "Dasar psikopat lepaskan aku sialan" Taesung yang kesal pada Jieun menghampirinya dan menampar wajahnya idolanya dengan pistol dalam genggamannya membuat kepala Jieun terpelanting cukup keras kesamping dan sudut bibirnya sobek.Sementara diluar Yoongi sudah tiba dilokasi dan sedang berjalan menuju titik chips cincin yang dia pakai istrinya dan anak buah Yoongi sudah mengepung tempat ini dengan sempurna bahkan mungkin semut harus meminta ijin dulu jika ingin keluar. "BBBBRRRRRAAAKKK" Taesung terkejut dengan cepat dia mengambil tubuh Jieun dan menjadikannya sandera saat terdengar suara dobrakan keras,ternyata Yoongi yang menendang pintu dan langsung mengarahkan pistol ke arah Taesung yang menjadikan istrinya sandera.Yoongi menatap Taesung geram saat melihat sudut bibir Jieun berdarah karena jika sesuatu terjadi pada Jieun bukan hanya dirinya yang terkena masalah Jennie dan Lilynya akan menjadi kambing hitam Logan untuk membuatnya sengsara.Yoongi tahu pria tua sialan itu ingin menjadikannya mesin penghasil uang untuk memperlebar kekuasaanya dan memperkuat popularitasnya dengan mengandeng seorang konglongmerat Min sebagai penyokongnya.Tapi diluar itu juga Yoongi juga tidak akan mungkin membiarkan ibu dari anak-anaknya terluka didepan matanya sekalipun sebenci itu dia dengan Logan tapi Jieun tetap istrinya dia bagian dari Min juga. Taesung melihat Yoongi dengan pandangan menantang,dia sangat benci pada pria didepannya ini karena menikahi Bonanya membuat wanita pujaanya ini berhenti menjadi seorang idol dan mereka sudah tidak bisa bertemu lagi.Taesung menatap Yoongi mengejek selain karena dia bermarga Min apa kelebihannya jika hanya uang dia juga bisa membuat Bonanya menjadi ratu dirumahnya. “Lepaskan istriku atau aku akan membuat isi kepalamu keluar dari tempatnya” "Cobalah jika berani menembak tuan Min yang terhormat” "Jadi kamu yang selama ini mengangguku” "Menurutmu?" Yoongi sengaja menunda waktu karenan jika dia gegabah maka Jieun akan menjadi korbannya,dia menunggu kedatangan Jimin.Berdasarkan rencana singkatnya dan Jimin seharusnya pria itu sudah ada disini sekarang.Jimin mendarat di dekat pelabuhan dengan aman,dia mengikuti titik merah di gps saat memasuki sebuah bangunan lama jimin melihat banyak anak buah Yoongi mengeliling tempat itu,bahkan disetiap sudut gedung hingga atap sudah ada anak buahnya.Jimin masuk dengan santai mereka tidak menahan Jimin karena sudah tahu siapa pria ini. “Gila lelaki ini sampai mengerahkan anak buah sebanyak ini hanya untuk mengurus seekor tikus" Sekarang Jimin sudah berada di tempat kejadian tapi dia berada dilantai atas mereka,dia melihat Yoongi dan Taesung masih beradu pistol tapi tidak ada yang mulai bermain.Taesung tidak menyadari kehadiran Jimin dibelakangnya,Yoongi melihat atas membuat Taesung reflex mengikuti arah pandang Yoongi dan melihat Jimin sudah akan melompat kearahnya.Taesung yang tidak membuat persiapan apapun panik dan gegabah,dia menembak ke arah Jimin dan lupa jika Yoongi dibelakangnya sedang menodongkan pistol padanya. “DOORR DOORRR DOORR” “Ahhhhh oppa!!!” Suara tembakan Taesung yang mengenai bahu Jimin dan disusul suara tembakan Yoongi yang mengenai punggung Taesung dua kali serta teriakan Jieun yang melihat didepan matanya Jimin tertembak.Taesung tumbang membuat Jieun ikut terjatuh bersamanya melihat itu Jimin yang paling dekat langsung bangkit menendang pistol Taesung dan membantu Jieun berdiri.Yoongi juga mendekati lalu menindih tubuh Taesung dan memberinya bogem mentah bertubi-tubi hingga wajahnya tidak berbentuk.Tidak berhenti disitu saja Yoongi yang kesal bangkit lalu mengangkat tubuh Taesung dan meleparnya keras ke lantai hingga pria itu muntah darah dan tidak sadarkan diri.Yoongi yang sudah sangat kesal beberapa hari ini mendapatkan terror dari pria ini seolah ingin menumpahkan semua waktunya yang terbuang mengurus tikus sialan. Yoongi menginjak-injak wajah Taesung dengan kesal sampai tidak sadar jika Jieun shock melihat suaminya juga begitu bengis menghajar seseorang dan panggilannya sejak tadi dihiraukannya.Jieun yang sudah pusing akibat tamparan Taesung pingsan dalam pelukan oppanya,Jimin jadi panik melihat adiknya pingsan dia takut Jieunnya menjadi trauma melihat kekerasan apalagi itu suaminya sendiri.Jimin mengangkat tubuh adiknya dalam gendongannya tapi karena bahunya terluka dia kembali terduduk dan saat itu Logan dan yang lainnya sampai Jiah dan Yoora segera menghampiri Jimin yang mau memapah Jieun. Logan menghampiri Yoongi yang masih menginjak tubuh Taesung melampiaskan kesalnya,Logan menarik bahu menantunya. "Biarkan appa yang membereskan" "Aku Yoongi yang akan mengirimnya ke neraka dengan tanganku sendiri” Logan dengan kekuatannya langsung membogem Yoongi sedikit kuat hingga kepalanya menoleh ke samping kesal dengan kekerasan kepala menantunya. "Kamu bodoh atau bagaimana?Bawa istrimu kerumah sakit dia pingsan" Yoongi sadar dia lalu mencari keberadaan istrinya dan disana Jimin sedang berusaha menggendong adiknya berniat membawanya kerumah sakit sehingga luka tembaknya semakin mengeluarkan darah.Yoora menjadi bingung melihat luka suaminya yang semakin mengalirkan darah segar tapi mau mengambil alih menggendong Jieun juga tidak kuat. Yoongi yang melihat itu segera mengambil alih tubuh Jieun dan menggendongnya dengan cepat menuju mobil dan menuju rumah sakit.Yoora yang melihat oppanya membawa Jieun lalu menghamipiri Jimin yang sedang berusaha menali lengannya agar tidak mengeluarkan darah lebih banyak. “Gwenchana?Kenapa kamu terluka sampai seperti ini” "Tidak masalah ketembak aja” “Apanya yang tidak apa-apa kita harus ke rumah sakit sekarang untuk mengobati lukamu” "Ayo kita susul Jieun” “Nee,tapi nanti kamu juga harus mengobati lukamu” Jimin hanya mengangguk sebagai jawaban karena baginya luka tembak begini hanya luka ringan,dia sendiri sudah merasakan banyak luka paling menyakitkan dan itu adalah hukuman dari appanya sendiri Jimin dan Yoora lalu keluar dari tempat itu lebih dulu membiarkan Logan memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan tempat ini agak tidak berjejak dan menyuruhnya menghabisi Taesung lalu menyusul keluar bangunan bersama Jiah ke rumah sakit melihat putrinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN