Hari sudah tengah malam Yoora masih di Jeju sambil menunggu suaminya datang,karena bosan dia berjalan-jalan disekita hotel sudah lama dia menunggu merasa sudah malam dan mengantuk Yoora memutuskan masuk ke kamar tapi tiba-tiba ada yang menarik dan mendorongnya hingga tersandar di dinding ternyata Jimin.
"Kenapa diluar menunggu seseorang?"
"Menunggumu dan bosan di dalam jadi aku keluar jalan-jalan sebentar kenapa tidak menghubungiku kalau kamu sudah sampai"
"Bukankah sudah kukatakan ponselku hancur"
Jimin menggenggam tangan istrinya menuju kamar hotel,Yoora mengeluarkan kartu kamarnya lalu masuk kedalam.Jimin melepas coatnya dan meletakkannya disandaran sofa begitu saja lalu menuju ranjang dan merebahkan dirinya disana,Yoora hanya diam melihat Jimin.
"Aku lupa kenapa ponselmu sampai hancur?Jangan bilang kamu yang menghancurkan ponselmu sendiri"
"Entahlah ponselku tiba-tiba terbang"
"Tidak mungkin bisa terbang begitu saja kalo bukan kamu yang merusaknya"
Ditengah perbincangan mereka tiba-tiba ponsel Yoora bordering,dia melihat asistennya yang sedang dia beri tugas lembur menyelesaikan rekap ulang keuangan kantornya Yoora segera mengankatnya dan sedikit menjauh dari Jimin.
"Halo,ah pekerjaanmu sudah selesai baiklah gomawo nanti bonusmu aku transfernya pulang dan istirahatlah"
Setelah mengakhiri sambungan teleponnya Yoora menghampiri Jimin dan ikut merebahkan dirinya disampingnya sedangkan Jimin diam melihat acara televisi.
"Emm Jim sebenarnya ada yang mau aku tanyakan padamu"
"Tanya apa?"
‘Sebenarnya apa yang dia lakukan hari ini kenapa dia dingin terhadap ku’ batin Yoora.
Mendengar jawaban dari Jimin yang terdengar tidak mood membuat Yoora menjadi mengurungkan saja pertanyaan yang ada dikepalanya.Walau Yoora tahu suaminya belum mencintainya tapi dia sudah berusaha bersikap manis padanya dan berusaha menjadi istri yang baik juga untuknya kulihat dia juga mulai menerima kehadirannya,memang sikapnya sedikit aneh terkadang dia akan manis dan manja padanya terkadang juga menjengkelkan.Ternyata menikah serumit ini jika tahu akan rumit begini mungkin Yoora akan menolak saat dijodohkan apapun alasannya.
Jimin masih tampak fokus dengan acara televisinya bahkan seakan lupa jika tadi Yoora sempat membuka obrolan tapi seperti terputus begitu saja membuat suasana menjadi seperti canggung diantara mereka membuat Yoora mengacak rambutnya karena bingung memulai pembicaraan.Jimin yang melihat istrinya seperti orang frustrasi lalu membuka suara .
"Apa yang kamu lakukan ini sudah malam tidurlah"
“Kamu tidur saja duluan aku masih ada kerjaan keliatannya kamu sangat kelelahan hari ini”
"Apa yang ingin kamu tanyakan?"
“Aniya,aku hanya penasaran tentang pekerjaanmu?Tumben pulang lebih cepat”
"Aku tidak suka basa basi apa yang ingin kamu tanyakan sebenarnya
“Sudahlah lupakan saja sepertinya perasaanmu sedang tidak baik hari ini”
Yoora sebenarnya hamya ingin Jimin terbuka denganya apapun yang suaminya lakukan Yoora tidak masalah asal pria ini baik-baik saja dan terus pulang padanya dengan keadaan baik-baik saja.Yoora memilih tidur sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut Jimin melihat itu mematikan televisi lalu masuk keselimut dan memeluk istrinya sambil sambil berbisik.
"Tidak semua hal harus kamu ketahui dan mengerti berpura-pura tidak tahu terkadang solusi"
‘Menapa aku harus berpura-pura tidak tahu apa sebenarnya yang selalu dia sembunyikan apa dia tidak menganggapku sebagai istrinya apa salahnya berbagi cerita,aku juga ingin seperti istri diluar sana yang mendengarkan keluhan suaminya’batin yoora
Jimin yang terlalu lelah tidak butuh waktu lama ia tertidur,Yoora yang merasakan tidak ada pergerakan dan nafas Jimin yang terdengar teratur melepaskan pelukan suaminya.Yoora bangkit dan membenarkan selimut Jimin lalu mengambil laptopnya menuju sofa melanjutkan pekerjaanya yang sempat tertunda dan mengecek hasil laporan asistennya tadi.Setelah cukup lama Yoora mulai merasa lelah dia mematikan laptopnya lalu merenggangkan tubuh sebentar.Yoora memperhatikan Jimin yang tidur dengan tenang dia terlihat sangat manis saat tidur,Yoora tersenyum tipis melihat itu ia ingat dulu Jimin tidak pernah tidur pulas setiap kali pulang kewaspadaannya pada setiap pergerakan asing pernah hampir membuatnya terbanting dan dicekik oleh suaminya sendiri.
Yoora sekarang perlahan mulai paham kenapa Jimin punya kewaspadaan yang tinggi karena pekerjaanya saja seperti itu pasti dia setiap kali dia akan merasa terancam jika istirahat ditempat yang asing untuknya.Yoora jadi sedikit iba pasti suaminya sudah banyak melalui hal buruk sampai seperti itu dan tentu saja dia pasti ikut pelatihan yang sangat berat hingga kepekaanya begitu baik setiap situasi apapun.Yoora bangkit dari sofa meletakkan laptopnya kenakas lalu menuju ranjang dan naik ikut tidur disamping suaminya dan sekali lagi melihat wajah tenang Jimin.
“mian aku terlalu ikut campur dengan urusanmu hanya saja aku tidak mau kamu terluka,aku sangat khawatir melihat keadaanmu yang seperti tidak tenang karena sesuatu tetaplah baik-baik saja aku mencintaimu Jim selamat tidur”
Yoora berusaha tidur namun tidak bisa sejak tadi dia berusaha mencari posisi yang nyaman membuat Jimin yang tidur jadi terjaga karena pergerakan istrinya seperti gelisah,Jimin membuka matanya melihat Yoora ia bersuara dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ada apa sayang"
“Mian sepertinya aku tidak bisa tidur mungkin karena beberapa hari belakangan ini aku banyak pikiran jadi sulit terlelap,kamu tidurlah aku kan mengambil obat lelapku agar segera tidur tidak menggaggumu”
Yoora lalu berniat bangkit untuk mengambil obat tidur agar lebih cepat tidur karena memamng beberapa hari ini dia seperti terkena insomnia karena terlalu banyak bergadang mengerjakan laporan belum lagi pekerjaanya sebagai model ditambah Jimin yang juga mulai mengisi pikirannya.Jimin menahan tangan Yoora lalu menariknya kedalam pelukannya sambil memejamkan mata.
"Ada apa,tidak apa-apa setan-setan pergila jangan mengganggu istriku”
“Mana ada setan di sini Jim kamu ada-ada aja”
“Lalu siapa yang membuatmu tidak bisa tidur hanya setan yang suka menggangu manusia”
Yoora hanya memutar mata malas menanggapi Jimin karena setengah sadar saja masih bisa bercanda,Yoora membalas memeluk Jimin lebih erat menacri posisi nyaman untuk tidur dan memang paling nyaman adalah tidur dalam dekapan suaminya.Yoora mulaimerasakan kantuk dan Jimin yang merasakan itu m.enarik Yoora semakin dekat membuat istrinya berbantal lengannya
"Uhmm setannya sudah pergi pengen meluk aku aja minta bantuan setan"
“Sudah jangan menyalahkan setan dia bahkan tidak tahu apapun,aku mulai mengantuk Jim selamat malam”
“Nee selamat malam sayang”
Jimin mengecup kening Yoora lalu ikut tidur kembali bersama istrinya yang sudah memejamkan mata.Sedangkan di MinGroup Yoongi baru saja selesai bekerja dia sedang membereskan dokumen-dokumen dan mematikan laptopnya bersiap untuk pulang.Yoongi sebenarnya bingung ingin pulang kemana sejak tadi dia menunda pulang kantor dan memilih lembur sambil menunggu Jennie mengirimnya pesan berharap wanita itu memintanya pulang keapartemen untuk menemaninya tapi sejak tadi belum ada pesan sama sekali dari Jennie dan ternyata di apartemen Jennie sedang menunggu Yoongi.Jennie sangat yakin jika Yoongi pasti akan pulang kemari jadi dia sengaja menunggu sambil menonton televisi.Saat Yoongi memutuskan untuk pulang keapartemen saja tiba-tiba alarm ponselnya bordering mengingatkannya jika hari ini adalah anniversary pernikahannya dengan Jieun,Yoongi mengehela nafas karena dia benar-benar lupa dan tidak menyiapkan apapun.
Yoongi lalu segera menelepon asisten pribadinya meminta bantuan untuk menyiapkan sedikit kejutan untuk istrinya.
“Hallo boss”
“Siapkan aku sebuah kejutan malam ini juga,sekarang aku tidak mau tahu yang bisa membuat istriku senang pokoknya”
“Yakk boss aku bahkan belum sampai apartemen sudah diberi tugas lagi”
“Jangan banyak komplain atau nanti bonus tahunanmu aku potong”
“Nee nee,Nyonya Jennie pasti akan senang”
“Kenapa Jennie,ini untuk Jieun jika kamu sampai salah bonusmu akan kupakai untuk membuat kejutan”
“Aisshh akukan tidak tahu boss salah sendiri istrinya banyak”
“Alex!!bonusmu hangus”
Yoongi lalu mematikan teleponya sepihak disebrang sana alex sedang marah-marah tidak jelas dengan bossnya satu ini yang selalu memberinya tugas tanpa tahu waktu.
“Dasar dia yang punya istri kenapa harus aku yang sibuk memikirkan kejutannya jika begini aku juga bisa menikah walaupun sepuluh wanita sekaligus ‘alex siapkan tiket kevegas,alex bawa kebengkel mobil Jieun,alex kirim bunga untuk Jieun,alex belikan tas ini untuk Jennie, alex alex alex alex’apa ini nasib dari asisten khusus tuan Min yang kata orang nyaman huh coba saja ayo gantikan aku”
Alex terus menggerutu menirukan semua ucapan Yoongi saat memerintahkannya ini itu bahkan dia tidak hanya mengurus masalah kantor saja bahkan masalah istrinya dia juga ikut apalagi jika dia sedang kesal pada istrinya dia juga yang terkena dampaknya menjadi perlampiasan tanpa arti,tapi walaupun sering menggerutu Alex selalu menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh Yoongi dengan baik.Seperti sekarang dia terpaksa lembur menyiapkan kejutan untuk istri kedua bossnya.
Yoongi sekarang dalam perjalanan menuju rumah Jieun sesekali dia melihat tanganya sudah menunjukkan waktu tengah malam lewat dia tidak tahu apa istrinya sudah tidur atau belum tapi biasanya Jieun masih terbangun untuk memberi asi sikembar.Ternya dirumah Jieun sedang asyik menulis lagu lalu mendengar suara mobil,dia mengintip dibalik tirai ternyata Yoongi pulang,dia pikir suaminya akan pulang ke apartemen Jennie karena dia baru saja datang dari vegas dan tadi sebelum bekerja juga sudah berpesan tidak pulang.Yoongi memarkir mobilnya dan masuk kedalam rumah Jieun membukakan pintu dan menyambut suaminya.
"By kamu ke sini?"
Jieun menerima Jas dan tas kerja suaminya sambil mengikuti Yoongi yang menuju sofa lalu duduk dan melonggarkan dasinya dan memeberikannya pada istrinya yang berdiri dihadapannya.
"Kamu berharap aku ketempat Jennie?"
"Aniya,tadi kamu sudah berpamitan tidak pulang jadi aku tidak menyiapkan apapun,apa sudah makan?Jika belum aku akan memanaskan makan malam untukmu"
“Aku sudah makan malam tadi tidak perlu menyiapkan apapun”
“Kalau begitu sebentar aku akan meletakkan tasmu dulu by”
Jieun kekamar meletakkan tas kerja dan jas suaminya lalu ke kamar mandi menyalhkan pengaturan air hangat agar suaminya nanti saat mandi tidak perlu menunggu.Setelah selesai dia kembali ke ruang keluarga dan melihat Yoongi yang entah sibuka karena apa dia tampak fokus dengan ponselnya apa dia sedang menghubungi Jennie karena tidak kesana pikir Jieun yang salah karena saat ini Yoongi sedang memberi intruksi pada Alex agar tidak gagal dan bersiap.Setelah mendapatkan balasan jika semua telah siap Yoongi memasukkan ponselnya kekantong celanya lalu melihat Jieun yang sudah ada didepannya.
"Aku sudah mesiapkan air hangat by jika mau langsung mandi"
"Nee ay nanti saja,aku ada sesuatu untukmu”
"Hemmm apa?"
"Tutup mata dulu sayang"
"Baiklah"
"Jangan dibuka dan ikuti saja apa yang kubilang"
Jieun mengangguk setuju dengan permintaan suaminya,dia memejamkan mata lalu Yoongi menutupnya dengan kedua telapak tangannya dan menuntun istrinya menuju balkon untung saja rumah mereka pakai lift bukan tangga jadi tidak perlu susah-susah untuk menuju balkon teratas rumah mereka.
"Jangan dibuka jika belum aku minta"
"Hemm baiklah kamu mau mengajakku kemana by?"
Kalian telah sampai dibalkon Yoongi membuka mata istrinya,Jieun bisa melihat dari atas kota seoul terlihat gelap gulita tanpa ada cahaya apapun kecuali cahaya bintang dilangit ini seperti hamparan bintang.Tidak berselang lama lalu ada beberapa lampu menyala dan membentuk tulisan I LOVE YOU.
"Selamat aniv pernikahan kita sayang maaf aku tidak menyiapan hal yang spesial"
"Thanks you very much by"
Jieun lalu berbalik memeluk dan tersenyum pada suaminya,Yoongi membalas pelukan istrinya,dia senang jika istrinya senang.Jieun mendongkak menatap Yoongi sambil mengalungkan lengannya keleher suaminya lalu mengecup bibirnya dan dibalas oleh Yoongi mengecupnya beberapa kali.
"Apa kamu suka?"
"Nee,aku sangat suka terimakasih by"
"Mian aku hanya bisa memberikan ini,aku bukan pria romantis memang"
"Aniya,ini sudah cukup romantis bagiku"
Mereka masih berpelukan dibalkon sambil berbagi kasih membuat orang melihat mengira betapa bahagianya Jieun bahkan bisa dikatakan kehidupannya terlihat sempurna.Jieun terlihat seperti seorang ratu yang hanya tinggal duduk santai dirumah menunggu suaminya pulang,fasilitas mewah,suami yang tampan dan kedua anak yang lucu apa yang kurang dari Jieun.Tanpa mereka sadari jika Jieun sering menangis dalam diamnya,apalagi jika ada acara perjamuan dikantor suaminya pasti banyak yang bertanya bagaimana rasanya menjadi istri yang paling disayang oleh tuan Min?Kamu beruntung Jieun bisa menggeser posisi Ny.Min yang lama,dia hanya wanita biasa sudah sepantasnya tuan Min mendapatkan istri terbaik sepertimu.
Jieun hanya mampu tersenyum sumbang menanggapi itu semua karena dia tahu mereka hanya akan baik jika didepannya apalagi dia putri seorang Park Logan dan istri dari seorang Min Yoongi siapa yang berani mencelanya secara langsung.Apalagi banyak karyawan Yoongi yang selalu memuji kebaikan seorang Jeon Jennie istri pertama Yoongi yang terkenal sangat ramah bahkan pada karyawan suaminya yang tidak punya jabatan apapun dia tetap menyapa mereka.Bahkan diantara mereka diam-diam merasa kasian dengan Jennie yang harus diduakan oleh Yoongi dengan Jieun karena dia sudah cantik dan baik kenapa harus menikah lagi ah mungkin karena Jieun seorang idol dan muda bukannya banyak seorang artis yang menjadi simpanan seorang pria kaya,dia hanya beruntung karena Appanya seorang yang berpengaruh jika tidak apa tuan Min akan menikahinya apalagi semua orang tahu secinta apa yoongi pada Jennie.Jieun benci situasi seperti itu kenapa harus membandingkan dirinya dan Jennie membuatnya semakin merasa bersalah karena merasa menjadi perusak rumah tangga orang,dia juga ingin bertiak pada mereka semua jika dia juga tidak mau berada diposisi seperti ini.
Hari semakin malam Yoongi masih setia memeluk tubuh istrinya dibalkon sambil bercengkrama membicarakan anak mereka yang ada saja tingkah mereka yang tidak bisa habis dibicarakan.
"Ayo kita masuk kamar ay,ini sudah malam udara malam tidak baik”
"Nee,kajja setelah ini kamu mandilah dan istirahat by besok masih bekerja”
“Nee ay”
Kalian lalu masuk kekamar,sampai dikamar Yoongi bukannya langsung mandi dia malah mengikuti istrinya yang merebahkan diri dikasur,Yoongi mendih tubuh Jieun dan mencium bibirnya.Jieun yang paham jika suaminya pasti mengajaknya bercinta melepas ciuman Yoongi.
“By,biarkan aku tidur malam ini please,aku lelah dan mengantuk”
"Aniya,aku ingin hari spesial ini juga spesial untuk kita ay"
Jieun hanya menghela nafas saat Yoongi mengeluarkan borgol dari laci,dia tersenyum dan memasangkan kedua borgol itu dikedua sisi tiang tidur masing-masing sehingga posisi Jieun terlentang dengan kedua tangan terbolgol ditiang tempat tidur.Jieun panik dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya entah kenapa Yoongi selalu punya ide-ide aneh jika bercinta,Jieun memanggil-manggil suaminya tapi dihiraukan.
"By!!by!!apalagi sekarang”
Setelah selesai memborgol istrinya Yoongi kembali mengambil sesuatu dari lacinya dan itu vibrator bergigi disekeliling pinggirnya membuat Jieun membulatkan mata tidak percaya ini sepertinya akan menjadi malam penuh penyiksaan untuknya.
"By,kenapa memakai benda itu"
"Aku tadi sudah mencobanya pada Jennie dan sekarang giliranmu ay bukankah aku suami yang sangat adil”
Yoongi memasukkan vibrator tadi kedalam kewanitaan Jieun,setelah benda itu masuk Yoongi membenarkan kembali celana dalam Jieun agar vibrator itu tetap berada ditempat yang tepat tanpa harus memegangnya.
“Ahhh by ini tidak nyaman”
"Ay pilih angka satu,dua atau tiga"
"Ahh molla aku tidak pernah mencobanya"
"Karena ini anniversary pernikahan kita yang ke dua jadi nomor dua saja,aku mandi dulu ya ay"
"Ahhhs,nee by lepaskan dulu ini"
‘Dasar bapak perut buncit bisa-bisa meninggalkanku’gerutu Jieun dalam hati.
Yoongi menghiraukan istrinya dia masuk kemar mandi hampir setengah jam lebih Yoongi baru selesai dia keluar hanya menggunakan bathdrobe melihat istrinya yang terus mendesah dan berkeringat.Yoongi menampilkan smirknya melihat istrinya yang kepayahan oleh alat yang baru dia beli,dia sampai lupa sejak kapan dia mulai suka menggunkan alat-alat s*x sebagai kreasi bercintanya.
"ada apa ay,kenapa kamu terus berteriak resah begitu?"
"Yaa ada apa?!Ahhhh by itu alat sialan ini membuatku tidak nyaman"
"Jika tidak nyaman kenapa aku mendengarnya seperti desahan nikmat"
“Aaahhss by aku lebih suka punya mu!Ahhhss by hentikan ini"
"Apa sayang kurang cepat"
Yoongi dengan sengaja mengganti kecepatan gerakan vibratornya menjadi tiga yang paling cepat membuat desahan Jieun semakin menjadi-jadi memenuhi ruangan kamar mereka,Jieun hampir frustrasi karena klimaks sedangkan Yoongi malah dengan santainya mengambil wishky menuangkannya dalam gelas lalu duduk disofa dan meminum wishkynya perlahan sambil menikmati alunan desahan istrinya.
"BY AAAAHHHHH AHHHHH PLEAASEE aku tidak tahan dengan ini”
Yoongi menghampiri Jieun lalu mengelus wajahnya yang sudah memerah karena klimaksnya yang entah keberapa nafasnya mulai kasar dan tidak beraturan.Jieun menatap Yoongi meminta belas kasihan untuk memberinya istirahat dari kenikmatan ini yang sebenarnya juga membuat Yoongi tidak tahan juniornya sejak tadi sudah menegang sejak tadi ingin segera menerjang istrinya.
"Aku sudah menyiapkan hal spesial untuk aniv kita apa ini sudah spesial"
"Nee by ini spesial aaaahh ahhh sangat spesial aku mohon hentikan"
Yoongi istrinya lalu naik kekasur dan mulai mencium bibirnya,tanganya mulai bergriliya membelai semua tubuh sensitive Jieun sambil membuka pakaiannya perlahan sampai akhirnya membuka celana dalam Jieun yang sudah sangat basah oleh klimaksnya.Yoongi lalu membuang asal celana dalm Jieun dan mencabut vibratornya yang sudah mati mungkin kehabisan baterai.
"Ay kamu keluar banyak karena alat ini,apa kamu lebih suka ini daripada milikku"
"ANIYA!!By punyamu jauh lebih nikmat"
Jieun sedikit berteriak mengatakan junior suaminya lebih nikmat saat sadar wajahnya bersemu merah karena malu,Yoongi tersenyum mendengar pengakuan istrinya lalu membuka bathrobenya membuatnya sudah naked dan mulai memposisikan juniornya didepan kewanitaan Jieun dengan perlahan dia memasukkannya hingga tertanam sempurna membuah Jieun mendesah nikmat.Yoongi mulai bergerak perlahan memompa kewanitaan Jieun sambil meremas dadanya yang lembut ditanganya.
"Ahh aahhh bisa lebih epat aku sudah tidak tahan sejak tadi by”
"As you wish babe"
Yoongi bergerak memompa kewanitaan Jieun dengan cepat dan semakin cepat keluar masuk membuat istrinya semakin merancau tidak karuan dibawahnya.
"Ahh daddddy ahhhh Faster daddyy ahhh Ahh ini begitu nikmat ahh"
“Nee sayang ini sangat nikmat aahhhsss”
Yoongi terus bergerak hingga hampir tiga puluh menit berlalu kalian berdua akan segera klimaks bersama rancauan-rancaun dari mulut Jieun terus memenuhi ruangan hingga akhirnya kalian kini klimaks bersama.
"Ahhhhhhhhh”
Desah panjang mereka berdua setelah mencapai klimaks Jieun merasakan rahimnya hangat karena benih yang dia semburkan suaminya sangat banyak didalam sana,yoongi lalu ambruk menimpa Jieun karena lelah dia memejamkan matanya membuat Jieun yang melihat jadi panik tidak mungkin dia tidur posisi terborgol.
"By,kamu sudah tidur?Jangan bercanda lepaskan dulu borgolnya!"
Yoongi membuka mata lalu bangkit mengecup d**a istrinya sebentar lalu membuka borgol dikedua tangan Jieun dan mencium telapak tangan istrinya sebagai bentuk perminta maafkan karena sexnya membuat tangan Jieun sedikit memerah,Yoongi kembali merebahkan diri sambil memeluk istrinya.
"Tidurlah"
"Nee by"
Jieun yang posisi tidur membelakangi suaminya bisa merasakan nafas Yoongi yang teratur sepertinya dia sudah tertidur.Entah ini hanya perasaanya yang berlebihan atau memang suaminya yang seperti itu Jieun merasa Yoongi selalu bersikap biasa saja setelah bercinta.Jieun tidak mau berfikir buruk tapi pikiran itu datang dengan sendirinya terkadang membuatnya bertanya apa jika dengan Jennie dia juga akan begini.Jieun berusaha memejamkan matanya menghentikan semua pikiran buruknya mungkin dia hanya berlebihan nyatanya sekarang Yoongi setiap hari dengannya dan bertanggung jawab penuh atas hidupnya perasaan bersalah malah menyergapnya karena terlalu menuntut lebih pada suaminya.