"Perkenalkan, namaku adalah Ratu Elvira, dan seperti yang kalian ketahui aku tinggal di dalam cermin itu!" Dia menunjuk cermin dengan jari telunjuknya yang lentik. "Selama berabad-abad menanti seseorang yang akan dapat membebaskanku." Dia tersenyum menatap Vena. Tangannya kembali mengusap pipi Vena, sampai ke telinganya. Senyum manisnya semakin melebar melihat bercak merah di telapak tangannya setelah dia menjauhkannya dari telinga Vena. "Kupikir aku harus mengucapkan terima kasih padamu, Sayangku yang Cantik, karena sudah membebaskanku dan membiarkanku meminjam tubuhmu." Vena tidak dapat bergerak lagi. Sekujur tubuhnya kembali terasa kaku. Dia mendengarkan semua yang dikatakan wanita cantik yang mengaku bernama ratu Elvira itu dengan sepasang alis yang mengerut. Jujur saja, dia tidak men

