Bab 46

2155 Kata

Hanya suara decapan lidah yang terdengar, dan detak jantung yang seirama. Penyatuan mereka kali ini terasa lebih indah dan panas dari sebelum-sebelumnya. Erangan lolos dari mulut Vena kala pagutan itu terlepas, berganti dengan kepala Gabriel yang terbenam di tubuh bagian depannya. Gabriel mengentak, Vena memekik. Beberapa saat kemudian keduanya terkapar di atas meja makan dengan keringat membasahi sekujur tubuh mereka yang tanpa sehelai benang pun. Seharusnya tidak seperti ini, seharusnya Vena meneruskan bercerita tentang mimpinya dan informasi dari Aaron seputar kasus orang hilang yang ditangani Gabriel. Sayangnya, mereka terbawa suasana sehingga kembali menyatu seperti tadi malam. Gabriel menyalahkan dirinya yang tak bisa menahan diri setiap bersama Vena, sementara Vena terlalu lemah unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN