"Aku berlari saat seorang wanita tua mengejarku. Aku berlari ke tempat yang lebih gelap. Maksudku, menghindari cahaya agar wanita itu tudak dapat melihatku." Vena menjilat bibir sebelum meneruskan, membasahi bibirnya yang terasa kering karena terlalu banyak berbicara. "Sebab sering melihat ke belakang, aku menabrak seseorang yang ternyata orang itu adalah Aaron, Gab." "Pria yang katamu pernah dekat denganmu itu?" Vena menatap Gabriel mendengar suaranya yang sedikit agak berbeda. Ada nada kesal dan gusar dalam suara itu. Vena menaikkan sepasang alisnya, kemudian mengangguk. "Aku menabrak Aaron, dan dia sudah berubah menjadi seorang pria tua penuh uban berusia nyaris seratus tahun." Kali ini Gabriel tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Mata birunya melebar, mulut terbuka. Apa yang

