Keringat membasahi sekujur tubuh Vena ketika dia terbangun pagi harinya. Dia duduk dengan cepat tanpa menyingkirkan tangan Gabriel yang masih melilit di pinggangnya. Napasnya memburu, detak jantungnya bertalu. Gerakannya yang tiba-tiba mengagetkan Gabriel yang masih terlelap. Ia membuka mata cepat, sedikit terkejut melihat Vena sudah bangun lebih pagi darinya. Beberapa hari ini Vena bangun selalu siang. Entah apa yang terjadi padanya, atau mimpi apa yang dialaminya saat tidur, Gabriel tidak berniat untuk mencari tahu. Bukannya tidak peduli, ia hanya tidak ingin dianggap terlalu mencampuri. Vena adalah wanita yang bebas, yang bisa melakukan semuanya seorang diri. Ia tak ingin mengganggu kebebasannya itu. Namun, pagi ini sepertinya ia tudak bisa diam saja. Keadaan Vena yang terlihat kacau

