Bab 39

2016 Kata

"Jadi, bisakah kau katakan padaku apa yang sudah terjadi padamu?" Vena mengangkat kepala, mengalihkan tatapan dari sajian makan siang di atas piringnya ke wajah tampan Gabriel yang sedang menatapnya dengan sepasang alis berkerut. Vena menghentikan gerakan tangannya yang mengaduk kentang tumbuk menggunakan garpu, meletakkan garpu menelungkup di atas piring. Dalam hati Vena meringis. Gabriel bukan seseorang yang mudah dialihkan perhatiannya. Suasana kafe yang nyaman dan sejuk tidak membuatnya lupa bagaimana kepanikannya saat mereka kembali bertemu tadi. "Maksudku, kau tampak sangat panik dan ketakutan. Semua itu pasti ada alasannya, 'kan?" Gabriel melakukan hal yang sama dengannya. Garpunya menelungkup di atas tumpukan dua potong ayam goreng di atas piringnya. Mata birunya yang tajam me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN