Bab 40

2056 Kata

Sebenarnya Vena tidak ingin lagi meneruskan ceritanya, tapi dia juga tak ingin membuat Gabriel penasaran. Alasannya, terlalu menggantung –tak masuk akal– jika hanya diceritakan sebagian. Bukannya Vena tidak melihat wajah Gabriel yang mengeras dan memerah, kedua tangannya mengepal kuat kala dia mengakhiri ceritanya. Namun, Vena tidak dapat mengartikan ekspresi itu, apakah Gabriel tengah marah atau sedang menahan gairah. Gabriel tak bersuara sama sekali, dia hanya mendengarkan. Satu kali saja Gabriel mengerutkan alis, saat dia bercerita menemukan cermin antiknya, kemudian langsung kembali berada di apartemennya. Mungkin Gabriel merasa kebingungan karena dirinya juga masih belum paham bagaimana itu bisa terjadi, sampai sekarang. Sementara itu bukanlah mimpi, itu sesuatu yang nyata. Dia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN