"Ki, wah, surprise banget nih! Lo tetep kerja di sini?" Wajah seseorang yang tadi terlihat suram kini tersenyum lebar dan mendekat pada Rizki sambil menepuk lengannya. Hanya dia satu-satunya yang tersenyum dari semua orang yang Rizki lewati. Sebuah senyum tulus seakan oase di tengah padang pasir untuk Rizki. "Lo pikir gue bakal keluar dari sini, Nu?" "Hmm. Habis kejadian Jumat kemarin itu Ki. Gue pikir lo udah nggak bakalan lagi balik ke tempat in.! Makanya gue udah bete banget karena nggak ada temen kayak lo!" Dari semua rekan kerja driver yang ada di ruangan itu hanya satu orang saja yang mau menyapanya. Yang lainnya seakan tak peduli dan bahkan ada beberapa yang meliriknya dengan tatapan menghina. Sisanya bisik-bisik sambil main mata seperti kode membicarakan Rizki. "Hah, keenak

