"Saya belum dipecat Pak!" Rizki sudah berusaha menghindar dan dia pura-pura tak mendengar tapi karena ucapan terakhir dari Anton Levi dia terpaksa harus berbalik badan dan menatap pria itu karena setiap orang yang ada di lobi kini memperhatikannya. "Kalau Bapak memang tidak ingin saya ada di sini Bapak harus memecat saya." Rizki tahu jawabannya sungguh tak tahu malu. Tapi memang ini kan alasan yang paling tepat? "Karena kalau saya keluar sekarang, rugi Pak! Sekarang udah tanggal berapa? Tinggal tiga hari lagi bulan baru. Saya kerja dari awal bulan dan kalau saya keluar sekarang percuma dong kerjaan saya di awal bulan, saya jadi nggak digaji." Makanya dia berusaha tebal muka bicara begini. Dan untung saja, Rizki punya excuse yang bagus untuk membuat semuanya masuk akal. “Hahaha, ternya

