HARI YANG BERAT

1394 Kata

"Ehem--" Danita tahu apa maksud terselubung dari tawaran itu, tentu saja dia menolaknya. Dirinya sudah cukup terhina karena lupa dan menghabiskan buburnya. "Yakin nggak nyesel?" Namun Rizki masih iseng. Dia masih menggodanya, sambil mengaduk bubur di mangkuknya. Hah, bodoh kau Danita! Kenapa juga mesti lupa dan menghabiskan bubur tadi? Kenapa malah memberikannya angin? Kau harusnya menahan diri! gemas Danita yang berbisik seperti ini dalam hatinya sambil menunggu Rizki selesai. "Eh, kita ada pameran sebulan lagi, lo mo ikutan buat promosi perhiasan lo gak?" Untung ada Bian yang masih mengajaknya mengobrol tentang pekerjaan yang membuat Danita tak mati gaya saat menunggui Rizki menghabiskan semangkuk buburnya. Kalau tidak, godaan bubur itu akan mengganggunya karena perut Danita sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN